Jakarta - Ketua Kwartir Nasional Gerakan Praja Muda Karana (Kwarnas Pramuka) Budi Waseso mengatakan kegiatan pramuka menjadi salah satu garda terdepan dalam pembentukan karakter peserta didik sekaligus menyiapkan generasi penerus.
Ia menekankan posisi kegiatan pramuka dalam penyelenggaraan pendidikan nasional yang sudah seharusnya tidak lagi dipandang hanya sebagai pilihan ekstrakurikuler, melainkan secara tegas harus menjadi bagian inti dari struktur pendidikan.
“Gerakan pramuka tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka harus ditempatkan sebagai salah satu garda terdepan dalam pembentukan karakter bangsa dan menyiapkan generasi muda Indonesia,” kata Budi Waseso saat membuka kegiatan Perkemahan Anak Indonesia Hebat di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat pada Senin malam.
Ia menilai penguatan kegiatan pramuka di sekolah dapat memperkuat layanan pendidikan secara nasional karena dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki karakter yang mandiri, disiplin, mampu bekerjasama, serta adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Karena itu, pihaknya pun mengajak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk bersinergi memperkuat penyelenggaraan kegiatan pramuka di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter peserta didik.
Hal ini dikarenakan mayoritas gugus depan gerakan pramuka berpangkal dari tingkat satuan pendidikan dan perguruan tinggi.
“Apa yang dibangun melalui pendidikan sekolah dan yang kami lakukan melalui pendidikan kepramukaan sesungguhnya memiliki ruang perjumpaan yang sangat besar. Karena itu, Kwartir Nasional memandang penting untuk melanjutkan semangat tersebut melalui kerjasama yang semakin erat dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Budi.
Guna mendukung sinergi tersebut, ia pun berharap para guru yang menjadi pembina pramuka di tingkat sekolah memiliki kompetensi dan kapasitas terkait pendidikan kepramukaan.
Pihaknya berharap para guru yang menjadi pembina dapat mengikutsertakan diri dalam Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML).
“Kegiatan kepramukaan di sekolah akan berjalan semakin optimal apabila dilakukan oleh guru pembina yang memiliki kompetensi dan kapasitas yang memadai,” tegas Budi.
Sebagai informasi, Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Anak Indonesia Hebat bagi peserta didik terpilih jenjang pendidikan SMP selama lima hari, mulai dari tanggal 31 Agustus hingga 4 September dengan jumlah peserta sebanyak 407 orang.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.