Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Kijang Mati Terbakar Imbas Karhutla Semeru, Macan Tutul Bermigrasi

NadiKabar Biro
Kijang Mati Terbakar Imbas Karhutla Semeru, Macan Tutul Bermigrasi
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Kijang Mati Terbakar Imbas Karhutla Semeru, Macan Tutul Bermigrasi.

JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim) bukan hanya menghanguskan vegetasi, tapi berdampak pada fauna di sana.

Salah satunya, petugas menemukan seekor kijang mati terbakar di area yang terdampak kebakaran. Selain itu, petugas juga menemukan tengkorak satwa di kawasan yang terbakar.

"Kita mengambil tiga dokumentasi. Ada satwa yang mati, kemudian ada tengkorak satwa," kata Kabag TU Balai Besar TNBTS Bambang Suriyono, Selasa (1/9) dikutip dari detikJatim.

Di lokasi yang terdampak kebakaran, petugas juga menemukan jejak macan tutul (Panthera pardus melas). Temuan jejak, kata Suriyono, menjadi penanda penting bahwa satwa dilindungi itu diduga kuat berhasil lolos dari amukan si jago merah.

Jejak tersebut diduga menunjukkan satwa itu masih hidup dan telah bermigrasi keluar dari kawasan yang terbakar untuk mencari tempat yang lebih aman.

"Kami juga menemukan jejak macan tutul yang masih hidup kemungkinan ia bermigrasi," terang Bambang.

Tak hanya macan tutul, sejumlah satwa lainnya juga diduga berpindah ke kawasan hutan yang belum terbakar untuk menyelamatkan diri.

Satwa yang terlihat bermigrasi antara lain babi hutan dan berbagai jenis burung.

"Selain itu burung dan lainnya juga bermigrasi," pungkas Bambang.

Sementara itu, titik kebakaran saat ini berada di empat lokasi, termasuk kawasan Ayek-Ayek dan Kalimati. Dari kejauhan, kepulan asap dari kobaran api masih terlihat membumbung tinggi di kawasan TNBTS.

Petugas gabungan terus berupaya menjinakkan api sembari memantau pergerakan migrasi satwa liar ke tempat yang lebih aman.

Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho,menjelaskan api karhutla belum sepenuhnya berhasil dipadamkan karena petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Salah satu kendala utama yakni kondisi vegetasi yang kering akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat api lebih cepat menjalar ke area hutan di sekitarnya.

"Kendala upaya pemadaman terkendala banyaknya vegetasi yang kering akibat musim kemarau," ujar Isnugroho, Senin ini dikutip dari detikJatim.

Selain vegetasi kering, petugas juga menghadapi medan yang terjal dan curam. Jarak sumber air yang cukup jauh turut menyulitkan proses pemadaman.

"Selain itu, upaya pemadaman kebakaran terkendala medan yang curam dan jauhnya sumber air," lanjutnya

Baca berita lengkapnya di sini.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia