Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

KKP siapkan 40.000 unit mini-RAS untuk budi daya ikan di desa

NadiKabar Biro
KKP siapkan 40.000 unit mini-RAS untuk budi daya ikan di desa
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait KKP siapkan 40.000 unit mini-RAS untuk budi daya ikan di desa.

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan pengembangan 40.000 unit mini Recirculating Aquaculture System (RAS) untuk mendukung peningkatan produktivitas budi daya ikan di ratusan desa perikanan potensial di Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dalam siaran pers diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari rencana kerja sama Indonesia dan Australia di bidang perikanan, khususnya teknologi budi daya untuk mendukung ketahanan pangan kedua negara.

“Saya sudah melihat langsung bagaimana sistem RAS ini berjalan di Tasmania untuk meningkatkan produktivitas perikanan budi daya di sana. Di Indonesia kami siap mengembangkan 40.000 unit mini-RAS untuk diterapkan di ratusan desa di Indonesia,” ujar Trenggono saat bertemu Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Jakarta, Selasa (1/9).

Mini-RAS merupakan sistem budi daya yang memungkinkan air dalam sistem produksi dikelola dan digunakan kembali sehingga kondisi lingkungan pemeliharaan dapat dikendalikan secara lebih optimal.

Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi kegiatan budi daya perikanan.

Saat ini, KKP menyiapkan penerapan teknologi mini-RAS untuk budi daya komoditas nila dan lele. Ke depan, teknologi tersebut juga akan dikembangkan untuk komoditas pangasius, barramundi, kerapu (grouper), hingga jade perch.

Trenggono mengatakan penguatan kerja sama dengan Australia di bidang budi daya perikanan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Harapan kami peningkatan kerja sama perikanan ini tidak sebatas investasi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi dan keberlanjutan ekosistem yang dibangun,” katanya.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengatakan Australia memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi dan industri budi daya perikanan yang dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dengan Indonesia.

Menurut dia, pengalaman tersebut mencakup riset untuk meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan.

“Kerja sama Indonesia dan Australia sangat penting. Semoga ke depannya Indonesia dan Australia dapat melihat kekuatan masing-masing agar dapat bersama-sama membangun serta menjaga ekosistem dan ketahanan pangan,” ujar Brazier.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia