Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

KLH: Hari Danau Sedunia momentum penyelamatan ekosistem perairan darat

NadiKabar Biro
KLH: Hari Danau Sedunia momentum penyelamatan ekosistem perairan darat
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait KLH: Hari Danau Sedunia momentum penyelamatan ekosistem perairan darat.

Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Moh Jumhur Hidayat menyampaikan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan dan perlindungan ekosistem danau di Indonesia guna memastikan ketahanan air, pangan dan energi.

Dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan bertepatan dengan Hari Danau Sedunia 2026 yang diperingati setiap 27 Agustus menjadi momentum krusial untuk menyelamatkan ekosistem perairan darat.

"Danau bukan sekadar bentang alam perairan, melainkan sumber kehidupan yang menopang ketahanan pangan, energi, air, pariwisata, penyerapan karbon, stabilisasi iklim mikro, serta menjadi pusat kebudayaan masyarakat," tutur Menteri LH Jumhur Hidayat.

Namun Jumhur mengungkapkan ribuan danau tersebut kini terhimpit oleh degradasi lingkungan yang masif. Tekanan itu meliputi kerusakan daerah tangkapan air dan alih fungsi sempadan, pencemaran, serta eutrofikasi, masifnya aktivitas Keramba Jaring Apung (KJA) yang melampaui daya dukung, ledakan gulma air, invasi spesies ikan asing, hingga sedimentasi yang memicu pendangkalan parah.

Mengingat karakteristik hidrologis danau yang memiliki waktu tinggal air sangat panjang, proses pemulihannya membutuhkan waktu yang lama dan pendekatan dari hulu ke hilir yang konsisten.

"Proses pemulihan danau membutuhkan waktu panjang dan menuntut pendekatan terpadu hulu-hilir yang tidak bisa ditunda lagi," ucap Jumhur Hidayat.

Sebagai langkah konkret, KLH/BPLH bersama pemerintah daerah kini mengoptimalkan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem (RPPE) pada 15 Danau Prioritas Nasional 2025-2029.

Kebijakan itu difokuskan pada perbaikan mutu air, pengendalian pencemaran, penataan zonasi KJA, rehabilitasi daerah tangkapan air, pengendalian gulma, perlindungan biodiversitas endemik, serta penyelarasan tata ruang wilayah.

Pihaknya juga memiliki tiga komitmen utama untuk kebijakan ke depan yaitu memperkuat regulasi perlindungan ekosistem danau tingkat nasional dan daerah, memperluas kolaborasi lintas sektor dan mengarusutamakan danau ke dalam agenda air global.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia