Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mengajak pemerintah daerah mengoptimalkan anjungan daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai sarana mempromosikan potensi pariwisata dan budaya masing-masing daerah.
Rahayu menyampaikan ajakan tersebut saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke TMII di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, TMII telah direvitalisasi sehingga semakin nyaman dan hijau, sementara pengelola juga terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kunjungan.
"Kita mengimbau ke setiap pemerintah daerah, ke provinsi, untuk ayolah, ini sebagai kacamata dunia, atau bisa dikatakan jendela untuk bisa melihat Indonesia bagi banyak wisatawan yang mungkin tidak bisa ke provinsi tersebut," kata Rahayu.
Menurut dia, anjungan provinsi di TMII dapat memberikan gambaran kepada pengunjung mengenai kekayaan dan potensi setiap daerah.
Sejumlah anjungan, kata dia, telah menggelar berbagai kegiatan, mulai dari pembuatan kriya dan wastra hingga menyediakan kuliner khas daerah.
Rahayu mengatakan keaktifan anjungan di TMII salah satunya bergantung pada dukungan pemerintah daerah masing-masing.
Ia mencontohkan Anjungan Kalimantan Selatan yang mendapatkan penghargaan sebagai anjungan terbaik selama dua tahun berturut-turut.
Namun, menurut dia, masih terdapat beberapa provinsi yang belum memiliki anjungan di TMII, terutama daerah hasil pemekaran.
"Jadi mari semuanya berbondong-bondong untuk kita bisa menghidupi kembali," katanya.
Rahayu juga menyoroti berbagai atraksi dan kegiatan yang kini digelar di TMII, termasuk pertunjukan cahaya serta Bhinneka Run 2026 yang digelar pada Juli lalu.
Menurut dia, TMII dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengenal keragaman daerah di Indonesia tetapi belum memiliki kesempatan mengunjungi daerah tersebut secara langsung.
"Kalau memang tidak sempat atau tidak memiliki sumber daya untuk bisa datang ke daerah itu sendiri, marilah, tidak usah jauh-jauh, bisa ambil waktu satu weekend saja, satu hari saja bisa datang ke Taman Mini," kata Rahayu.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.