Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim meminta kepada pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah sisa makanan atau food waste di daerah wisata yang kini semakin mengkhawatirkan.
Menurut dia, pemerintah perlu mempelajari berbagai strategi manajemen makanan yang berkelanjutan yang sudah dicoba beberapa negara lain, salah satunya seperti di Thailand yang mampu mengurangi hingga 45 persen food waste.
"Tanpa pengelolaan yang efektif, persoalan sampah makanan yang terus meningkat di Labuan Bajo berpotensi mengancam lingkungan setempat dan daya tarik wisata daerah tersebut,” kata Chusnunia di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan bahwa persoalan sampah makanan merupakan salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan, karena berdampak langsung pada kelestarian lingkungan, stabilitas ekonomi, dan keadilan sosial.
"Khususnya industri perhotelan dan restoran (food and beverage), menyumbang volume sampah organik yang masif dari sisa hidangan wisatawan maupun kesalahan manajemen dapur," katanya.
Dia pun mencontohkan bahwa persoalan sampah makanan terjadi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Padahal, dia mengatakan bahwa Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang dimiliki oleh Indonesia.
Limbah makanan, kata dia, merupakan masalah lingkungan yang semakin meningkat, terutama di daerah yang bergantung pada pariwisata. Maka dari itu, daerah-daerah itu perlu mendapatkan perhatian dan juga penanganan serius.
"Jangan sampai justru persoalan sampah ini menjadi kendala dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan, saya kira hal ini perlu menjadi perhatian tersendiri," kata dia.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.