Teheran - Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi menyebut korban luka akibat serangan Amerika Serikat terhadap warga Iran yang sedang merayakan pernikahan di wilayahnya melonjak jadi 68 orang.
"Jumlah korban luka dalam serangan militer AS terhadap sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Sirik, meningkat jadi 68," kata Nafisi dikutip kantor berita pemerintah, Selasa.
Sebelumnya, Nafisi mengatakan korban tewas dalam serangan di Kuhestak tersebut mencapai empat orang.
Sementara itu, kepala komisi keamanan nasional di Parlemen Iran Ebrahim Azizi menegaskan bahwa Iran akan membalas AS atas serangan yang mereka perbuat terhadap acara pernikahan di Provinsi Hormozgan.
"Serangan terhadap acara pernikahan dan pembunuhan terhadap masyarakat sipil di Kuhestak, Iran, adalah bukti yang paling nyata akan keputusasaan pembela HAM palsu serta pengulangan atas kejahatan mereka di Minab dan Lamerd," kata Azizi melalui media sosial X.
"Jangan salah, kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Tidak ada yang akan melindungi mereka dari tekad baja Angkatan Bersenjata Iran," tambahnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.