Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Korban Tewas Capai 682 Orang, Nepal-Tibet Masih Dihantui Banjir Besar

NadiKabar Biro
Korban Tewas Capai 682 Orang, Nepal-Tibet Masih Dihantui Banjir Besar
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Korban Tewas Capai 682 Orang, Nepal-Tibet Masih Dihantui Banjir Besar.

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Penanggulangan Bencana Nepal melaporkan jumlah korban tewas akibat banjir bandang dahsyart sudah mencapai 675 orang per Sabtu (29/8). Jumlah tersebut belum termasuk tujuh korban tewas di Tibet.

Sebelumnya media pemerintah China telah mengonfirmasi tujuh korban tewas di Tibet terdampak bencana banjir yang berlangsung Rabu (26/8), dengan begitu total korban tewas secara keseluruhan saat ini mencapai 682 orang.

Jumlah korban yang dinyatakan hilang di Nepal masih tertahan di angka 2.426 orang, setelah sempat melonjak tajam pada Sabtu (29/8) pagi waktu setempat.

Mengutip Asianetnews, fasilitas kesehatan di Lembah Kathmandu telah merawat atau memulangkan 140 orang penyintas banjir yang dirujuk untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi pencarian dan penyelamatan tetap berstatus siaga tinggi. Sebanyak 27 personel kepolisian masih belum diketahui keberadaannya pascabencana. Untuk mendukung operasi, Kepolisian Nepal telah mengerahkan 4.854 personel keamanan ke zona bencana.

Otoritas Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) menyampaikan bahwa meskipun dampak langsung banjir mulai mereda, bahaya belum berlalu. Citra satelit memperlihatkan aliran sungai di hulu tertutup puing-puing dan membentuk danau bendungan alami. Jika bendungan ini jebol, air dapat meluncur deras menelusuri wilayah Sungai Lhende, Bhotekoshi, hingga Trishuli. Warga diimbau memantau ketinggian air dan mengikuti peringatan resmi.

Pemerintah telah mengerahkan 13.295 personel keamanan dan 15 helikopter untuk operasi pencarian, penyelamatan, dan bantuan. Sebanyak 1.545 orang telah berhasil diselamatkan. Namun, 2.381 orang - termasuk 644 warga negara asing - masih dinyatakan hilang.

Nepal Menegaskan Kembali Sikap Terhadap Bantuan Asing

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal membantah laporan yang beredar bahwa Nepal menolak bantuan internasional pascabencana. Ia menegaskan bahwa Nepal membutuhkan dukungan luas, mulai dari tim teknis khusus hingga bantuan rekonstruksi jangka panjang.

Sementara penilaian kerusakan infrastruktur, jembatan, dan fasilitas pembangkit listrik masih berlangsung, pemerintah menyatakan Dana Bantuan Bencana di bawah Perdana Menteri telah aktif menerima sumbangan melalui portal resmi daring. Menteri Khanal menegaskan bahwa di luar lembah sungai yang terdampak, wilayah Nepal lainnya tetap beroperasi dan "terbuka bagi warga negara asing, pelancong, dan wisatawan".

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia