Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Korika sebut universitas & industri perlu selaras soal implementasi AI

NadiKabar Biro
Korika sebut universitas & industri perlu selaras soal implementasi AI
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Korika sebut universitas & industri perlu selaras soal implementasi AI.

Jakarta - Perwakilan dari Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial Indonesia (Korika) Even Alex Chandra menyebutkan untuk mengembangkan potensi ekosistem kecerdasan artifisial (AI) secara optimal di Indonesia dibutuhkan keselarasan antara universitas dan industri soal implementasi AI.

Menurut pria yang akrab disapa Alex itu saat ini meski industri tengah berbondong-bondong menginginkan adopsi AI dalam proses bisnisnya agar tidak tertinggal perkembangan teknologi justru hal sebaliknya terjadi di universitas-universitas.

"Jadi harus diakui juga bahwa banyak profesor, dosen-dosen, yang akhirnya karena takut critical thinking (mahasiswa) itu habis karena menggunakan AI mereka akhirnya memaksa murid-muridnya itu menulis tangan untuk setiap tugas mereka. Sebenarnya itu agak aneh karena itu membuat gap antara kebutuhan kampus dan perusahaan-perusahaan," kata Alex dalam diskusi yang diselenggarakan perusahaan AI OpenAI di Jakarta, Kamis.

Menurutnya justru di universitas harusnya diarahkan agar para mahasiswa bisa menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab dan bukan justru menghadapi pelarangan sepenuhnya dari pemanfaatan teknologi tersebut.

Para pengajar perguruan tinggi itu harusnya dapat membentuk pola pikir para mahasiswa yang menjadi calon talenta digital Indonesia memahami peran AI bukan menggantikan manusia dan justru mempermudah proses dalam mencari solusi.

"Banyak orang berasumsi kalau pakai AI itu akan mengurangi esensi berpikirnya manusia. Padahal enggak gitu," kata Alex.

Pria yang juga tergabung dalam organisasi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) itu memberikan contoh nyata yang dialaminya sendiri terkait pemanfaatan AI dalam kesehariannya.

Ia mengatakan AI generatif kerap dimanfaatkannya ketika tengah melakukan brainstorming atau mencari solusi untuk menyelesaikan tugasnya.

Meski ada solusi-solusi yang ditawarkan oleh AI, ia tidak serta merta sepenuhnya berserah pada jawaban yang disuguhkan dan tetap mengandalkan analisisnya sebagai manusia.

"Ketika saya menggunakan Gen AI untuk membuat artikel, dan dia membuatkan betul. Tapi kan tetap saya harus cek ini artikelnya akurat belum? Apakah sesuai dengan yang saya tulis. Pada akhirnya saya yang bertanggung jawab terkait apa yang saya publish walaupun saya menggunakan gen AI," kata Alex.

Tidak hanya dengan universitas, penyamaan persepsi mengenai pemanfaatan AI dengan bertanggung jawab itu ada baiknya bisa disebarluaskan sehingga manfaat dari teknologi itu benar-benar bisa dirasakan tidak hanya segelintir pihak tapi banyak pihak.

"Kita sepertinya perlu membuat sebuah campaign yang menegaskan it's okay to use Gen AI, selama pengguna masih bertanggung jawab atas konten yang dibuatnya," kata Alex.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia