Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan bahwa warga yang mempunyai tato karena tradisi adat diperbolehkan untuk mendaftar masuk menjadi TNI, dan hal itu sebenarnya sudah diperbolehkan sejak dulu.
Menurut dia, TNI tidak mempunyai masalah bila ada calon prajurit yang memiliki tato karena tradisi adatnya. Dia pun menyampaikan hal itu terkait adanya permintaan dari perwakilan Suku Dayak se-Kalimantan yang bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
"Memang dari dulu juga sudah boleh, memang nggak ada masalah itu, dulu dibuatnya kalau punya tato karena tradisi ya diizinkan," kata Maruli usai rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.
Namun sejauh ini, dia pun belum mengetahui ada warga bertato yang mendaftar sebagai calon prajurit TNI. Pihaknya pun akan mencari bila ada warga memiliki tato tradisi, termasuk dari Suku Dayak yang ingin mendaftar TNI.
"Kan suku Dayak nggak semua bertato, jadi sebenarnya nggak ada masalah sih. Yang berminat kita belum tau, nanti kita cari lagi lah. Kita pastikan," kata dia.
Dia pun menegaskan bahwa TNI akan menyambut gembira jika para prajurit mewakili seluruh daerah maupun suku di tanah air. Terlebih lagi, menurut dia, TNI sedang berupaya menambah personel.
Sebelumnya akun Instagram @sekretariat.kabinet mengunggah foto beserta keterangannya soal Presiden Prabowo Subianto yang menerima Panglima Jilah sang pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Dalam pertemuan itu, perwakilan masyarakat Dayak itu memohon agar pemerintah membangun jalan di daerah pedalaman, seperti Sanggau dan sekitarnya. Kemudian mereka juga memohon pemerintah membangun Sekolah Rakyat dan beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak, saat ini sudah terbangun 2 Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat.
Lalu mereka juga meminta pemerintah membuat pembangunan rumah adat Dayak. Dan yang terakhir, mereka juga memohon agar warga Dayak tetap bisa masuk menjadi anggota TNI-Polri, meskipun memiliki tato karena adat dan tradisi.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.