Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta Judistira Hermawan menyatakan persoalan sampah di Jakarta harus ditangani dari hulu hingga ke hilir karena produksi sampah yang cukup tinggi mencapai 9.000 ton setiap harinya.
“Penanganan sampah tidak cukup hanya dengan menghentikan pembuangan di satu lokasi, tetapi harus dibarengi pengurangan sampah sejak dari sumber hingga penyediaan fasilitas pengolahan di hilir,” kata Justira di Jakarta, Selasa.
Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta ini mengatakan bahwa pansus membuka kemungkinan agar sebagian sampah Jakarta dikelola di wilayah sekitar Jakarta maupun di luar Jakarta, sepanjang pengelolaannya memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Saya kira dalam situasi kondisi yang sudah darurat di Jakarta, ya kita buka opsi itu, gitu loh. Di Tangerang ada, di Bekasi ada, kemudian dan lain-lain sebagainya," kata dia.
Ia menilai selain memperluas pilihan pengolahan, pengurangan sampah dari sumber juga dinilai penting.
Menurut dia Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 dapat menjadi salah satu pijakan untuk mendorong masyarakat mengurangi sampah di lingkungan.
Selain itu, terkait penanganan gunungan sampah di Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara juga tidak bisa dilepaskan dari keberadaan masyarakat yang selama ini mencari nafkah di kawasan tersebut.
Judistira memahami munculnya ketegangan dengan masyarakat yang beraktivitas di lokasi dan sikap keras tersebut salah satunya dipicu belum adanya kepastian mengenai solusi bagi mereka.
Ia mengatakan Pansus ingin persoalan Nagrak diselesaikan secara menyeluruh dan penertiban pembuangan sampah liar tetap harus dilakukan, tetapi solusi terhadap masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas pemilahan sampah juga perlu disiapkan.
“Saya kira mereka beringas karena enggak ada solusi, ya. Kalau kita mudah-mudahan datang dengan solusi, ya," kata dia.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.