Palu - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu, Sulawesi Tengah melibatkan 11 warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk kegiatan budidaya tanaman hortikultura dan peternakan pada Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Desa Langaleso, Kabupaten Sigi.
"Kegiatan itu merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dan peternakan," kata Kepala Lapas Palu Makmur di Palu, Minggu.
Ia mengemukakan pengelolaan lahan produktif itu dikembangkan dengan berbagai komoditas pangan antara lain kangkung, terong, bayam, jagung, dan cabai, termasuk tanaman produktif lainnya seperti jambu.
Selain tanaman pangan para WBP juga terlibat dalam pemeliharaan ternak yang terdiri atas 12 ekor kambing, sembilan ekor sapi, dan 50 ekor bebek.
Makmur mengatakan pemanfaatan lahan produktif di SAE terus dikembangkan untuk memberikan keterampilan kepada WBP selama menjalani masa pembinaan.
"Ini juga menjadi salah satu hasil nyata pembinaan kemandirian. Kami berharap WBP terus mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat," ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas WBP melalui kegiatan pertanian.
"Melalui kegiatan kemandirian WBP mendapatkan pengalaman dalam mengelola tanaman dan memelihara hewan ternak dengan pendampingan petugas Lapas," tutur Makmur.
Kegiatan pengelolaan SAE menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Palu dalam mengembangkan pembinaan berbasis keterampilan, sekaligus mendukung pemanfaatan lahan produktif.
"Pada hari Senin (24/8) WBP bersama petugas Lapas Palu telah melakukan panen jambu sebanyak 15 kilogram di kawasan SAE," ucapnya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.