Tokyo - Makanan bento beku—hidangan utama dan pendamping siap saji yang disajikan dalam satu piring—kian populer di Jepang, dengan pertumbuhan pasar yang didorong oleh layanan pengiriman ke rumah berbasis langganan.
Beragam santapan yang dapat dipanaskan dengan microwave dan disajikan dengan cepat kini telah tersedia; beberapa di antaranya kaya akan sayuran, sementara yang lain memenuhi kebutuhan penderita penyakit kronis atau lansia.
Pasar bento beku diproyeksikan melonjak hingga 217,4 miliar yen (sekitar $1,36 miliar) tahun ini, meningkat 7,9 persen dari tahun sebelumnya, ungkap lembaga riset Fuji Keizai Co.
Perusahaan-perusahaan besar seperti produsen bumbu dan makanan Ajinomoto Co. serta pengelola restoran gaya Jepang Watami Co. juga telah merambah pasar bento beku.
Greenspoon Inc., perusahaan bermarkas di Tokyo yang menyalurkan sup beku kaya sayuran dan produk lainnya, merupakan salah satu di antaranya.
Penetrasi pasar mereka dimulai Desember lalu melalui peluncuran DELI BENTO, serangkaian hidangan beku sepinggan yang kaya akan sayuran.
Presiden perusahaan tersebut, Ren Kurosaki, mengatakan, "Rencana pemotongan pajak konsumsi mendatang juga akan mendongkrak permintaan untuk makan di rumah, dan kami memperkirakan pasar ini akan terus berkembang," dengan merujuk pada rencana pemerintah untuk menurunkan tarif pajak konsumsi makanan dan minuman dari yang saat ini sebesar delapan persen menjadi satu persen pada April mendatang.
Setiap bento terdiri dari hidangan utama, makanan pendamping, dan salad.
Pelanggan dapat memilih sekitar 35 varian hidangan utama, seperti kari hijau.
Untuk paket langganan berisi 12 porsi, harga per porsinya adalah 886 yen (hampir Rp100.000)
Pada bulan Juli, perusahaan tersebut juga meluncurkan layanan katering kantor dengan memasang pembeku (freezer) di area perkantoran, sehingga para karyawan dapat membeli makanan secara langsung.
Dr. Tsurukame Kitchen, layanan pengiriman makanan beku untuk diet khusus, diawasi langsung oleh dokter spesialis dan ahli gizi terdaftar.
Layanan itu dihadirkan oleh anak perusahaan Kuradashi Co., yang aktif dalam kegiatan kontribusi sosial berfokus pada pangan.
Terdapat lima kategori menu yang ditawarkan untuk memenuhi batasan asupan garam, karbohidrat, kalori, dan nutrisi lainnya.
Bagi konsumen yang menjalani diet rendah garam, mereka dapat memilih hidangan dengan kandungan garam tak lebih dari dua gram.
Sajian tersebut memiliki cita rasa yang gurih dan pekat berkat pemanfaatan umami dari kaldu dashi khas Jepang dan rempah-rempah. Harganya bervariasi tergantung pada jumlah pesanan, namun paket berisi tujuh porsi dibanderol seharga 5.184 yen (sekira Rp580.000).
Berdasarkan survei nasional, jumlah penderita hipertensi, diabetes, dan dislipidemia terus meningkat.
Layanan tersebut diluncurkan untuk membantu meringankan beban dalam menyiapkan makanan yang membutuhkan kalkulasi nutrisi secara presisi.
Hingga akhir Juni, penjualan kumulatifnya telah menembus angka 3 juta porsi.
Sementara itu, Wellness Dining Co., perusahaan asal Tokyo yang mengkhususkan diri pada pengiriman makanan sehat, menawarkan hidangan bertesktur lembut bagi orang-orang yang kemampuan mengunyah atau menelannya menurun akibat penyakit atau usia lanjut.
Pelanggan dapat memilih dari tiga tingkat kelembutan: mudah dikunyah, dapat dilumatkan dengan gusi, dan dapat dilumatkan dengan lidah.
Perusahaan tersebut menerima berbagai ulasan positif dari pelanggan, seperti "Sangat praktis karena bisa dijadikan stok simpanan karena berbentuk beku," dan "Saya bisa mengirimkannya tanpa khawatir kepada ibu saya yang sudah lansia dan tinggal sendirian."
Pada Mei, perusahaan itu juga meluncurkan paket makanan siap antar Omoide Irodori yang dirancang untuk mendukung fungsi kognitif yang sehat melalui profil nutrisi yang seimbang.
Paket berisi tujuh porsi ini dijual dengan harga 7.884 yen (sekira Rp870.000).
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.