Jakarta - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penguatan pencegahan kebakaran di tengah kemarau yang melanda wilayah ibu kota.
“Kami meminta seluruh sarana pencegahan kebakaran diperiksa kembali mulai dari hidran, alat pemadam api ringan serta perlengkapan keselamatan lainnya harus dipastikan tersedia dan berfungsi dengan baik,” kata Yuke di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan, kondisi alat pemadam api ringan (Apar) juga perlu diperiksa agar tidak kedaluwarsa dan bisa digunakan saat terjadi kebakaran.
Pencegahan kebakaran, kata dia, harus menjadi tanggung jawab bersama karena kebakaran tidak hanya mengancam keselamatan warga dan lingkungan, tetapi juga berpotensi memperburuk kualitas udara Jakarta.
"Dengan adanya kebakaran hutan di mana-mana, kita kan enggak kepingin Jakarta jadi penyumbang polusi juga,” ujar Yuke.
Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan di tengah kondisi lingkungan yang semakin kering. Praktik tersebut berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Menurut dia, risiko kebakaran di Jakarta saat ini cukup tinggi sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan tidak hanya oleh masyarakat, tetapi juga pengelola gedung dan lingkungan.
"Ini riskan kebakaran loh. Tidak boleh ada aktivasi bakar sampah dan lain-lain di tengah kemarau," kata Yuke.
Persoalan sampah yang belum sepenuhnya teratasi turut mendorong munculnya praktik pembakaran sampah secara ilegal. Lahan kosong yang dijadikan tempat pembuangan sampah kerap dibakar, padahal kondisi kering membuat api lebih cepat merambat.
"Walaupun kondisinya lagi mendesak, tolong yang kayak gitu waspada jangan dilakukan. Karena begitu api muncul itu cepat banget. Mana kita tahu api aman atau enggak," katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta untuk memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor menghadapi dampak kemarau panjang serta fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027.
Untuk mengantisipasi risiko kekeringan, penurunan kualitas udara, dan tingginya potensi kebakaran di permukiman padat, Pemprov DKI menyiagakan 1.027 personel dan 29 mobil tangki air bersih. Pemprov DKI juga membuka layanan darurat 112 bersama PAM Jaya untuk membantu warga terdampak.
Selain menginstruksikan respons cepat dan pengawasan ketat dari perangkat daerah, Pramono mengimbau masyarakat bijak menggunakan air, mewaspadai korsleting listrik, serta menjaga lingkungan dari berbagai potensi pemicu kebakaran.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.