Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Legislator minta perkuat perlindungan satwa di tengah karhutla

NadiKabar Biro
Legislator minta perkuat perlindungan satwa di tengah karhutla
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Legislator minta perkuat perlindungan satwa di tengah karhutla.

Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv meminta pemerintah memperkuat perlindungan satwa dalam setiap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti yang sedang terjadi di Kalimantan.“Karhutla tidak hanya menghilangkan pepohonan, tetapi juga sumber makanan, air dan habitat satwa. Kekayaan genetik Indonesia juga berpotensi ikut musnah,” kata Rajiv dikutip di Jakarta, Rabu.Lebih lanjut, dia mengatakan Kalimantan merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia yang menjadi habitat berbagai satwa dan tumbuhan langka, seperti orangutan, bekantan, burung rangkong, pohon ulin, dan beragam spesies anggrek.

Menurut dia, satwa yang berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran tetap menghadapi ancaman, karena kehilangan habitat dan sumber pakan. Kondisi itu dapat meningkatkan risiko konflik antara satwa dan manusia ketika satwa memasuki perkebunan, hutan sekunder, maupun permukiman.Rajiv mendorong pemerintah mengubah penanganan karhutla dari pendekatan reaktif menjadi pencegahan permanen berbasis risiko.

Dia menambahkan upaya tersebut harus melibatkan kementerian terkait, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, pemegang konsesi, masyarakat adat, dan masyarakat sekitar hutan.“Situasi ini harus dilihat sebagai krisis ekologis, bukan sekadar persoalan pemadaman api. Setiap titik panas harus segera diverifikasi, ditelusuri sumbernya, dan ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar,” kata dia.Rajiv meminta Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyiapkan protokol tanggap darurat satwa. Protokol itu dapat mencakup pemetaan habitat dan koridor satwa, tim penyelamatan serta layanan kesehatan satwa, penyediaan habitat sementara, hingga pemantauan pasca-kebakaran.Ia mengingatkan bahwa perlindungan habitat penting di luar kawasan konservasi perlu diperkuat melalui koridor ekologis, areal preservasi, serta kerja sama dengan pemegang konsesi dan masyarakat.“Perlindungan satwa harus menjadi bagian integral dari penanganan karhutla. Jangan sampai kita hanya menyelamatkan hutan dari api, tetapi kehilangan kekayaan hayati yang ada di dalamnya,” kata dia.

Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat telah memprioritaskan perlindungan orangutan beserta habitatnya di tengah, meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau."Upaya perlindungan dan pelestarian orangutan beserta habitatnya menjadi salah satu prioritas BKSDA Kalimantan Barat. Untuk memastikan keselamatan satwa dilindungi dari dampak puncak musim kemarau dan potensi gangguan habitat, petugas di lapangan terus melakukan pemadaman di area kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Subbagian Tata Usaha BKSDA Kalimantan Barat Imam Setyo Hartanto.Ia mengatakan BKSDA Kalbar menyiapkan langkah penyelamatan dan translokasi terhadap orangutan yang terdampak maupun terancam akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurut dia, karhutla tidak hanya berdampak terhadap kerusakan tutupan hutan, tetapi juga mengancam keselamatan satwa liar serta mempersempit ruang jelajah dan sumber pakan orangutan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia