Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Lemigas Gandeng Badan Usaha Untuk Pengadaan 10.000 Tabung CNG

NadiKabar Biro
Lemigas Gandeng Badan Usaha Untuk Pengadaan 10.000 Tabung CNG
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Lemigas Gandeng Badan Usaha Untuk Pengadaan 10.000 Tabung CNG.

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa Lemigas nantinya akan bekerja sama dengan badan usaha dalam pengadaan 10.000 tabung compressed natural gas (CNG). Adapun proyek ini guna mendukung pengembangan penggunaan CNG sebagai alternatif LPG 3 kg.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan bahwa proses pengadaan 10.000 tabung CNG tersebut saat ini masih dalam tahap penjajakan kerja sama dengan badan usaha.

"Sedang proses badan usahanya. Jadi setelah September coba kita cek," kata Laode di Gedung DPR RI, dikutip Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, pengadaan tabung tersebut nantinya tidak dilakukan langsung oleh Lemigas. Namun Lemigas akan bekerja sama dengan badan usaha yang terlibat dalam penyediaan tabung CNG.

"Pengadaannya kerja sama dengan Lemigas nanti. Bukan Lemigas yang melakukan pengadaan, ya badan usaha yang kerja sama dengan Lemigas," kata Laode.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pengembangan tabung Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram (kg) sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) telah memasuki tahap akhir pengujian.

Menurut Bahlil, dirinya baru saja menerima paparan mengenai perkembangan tabung CNG 3 kg. Saat ini, proses pengujian masih dilakukan oleh Lemigas sebelum produk tersebut dapat digunakan.

"Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung 3 kilogram dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir," kata dia ditemui di Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, hanya tersisa satu tahapan pengujian yakni uji tembak atau pengujian ketahanan tabung terhadap kondisi ekstrem. Adapun uji tersebut dilakukan dengan paparan panas hingga sekitar 850 derajat Celsius.

"Tetapi menurut informasi yang saya terima dari hasil mereka, tinggal uji tembak aja yang belum. Karena itu kan diuji tembak dengan pembakaran 850 panasnya itu. Dan itu sudah tinggal uji tembak aja," ujarnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia