Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Luas karhutla di Banjarbaru 1.263 hektare meski jumlah titik api menurun

NadiKabar Biro
Luas karhutla di Banjarbaru 1.263 hektare meski jumlah titik api menurun
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Luas karhutla di Banjarbaru 1.263 hektare meski jumlah titik api menurun.

Banjarbaru, Kalsel - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan masih mengancam meski jumlah titik api mulai menurun, dengan luas lahan terdampak mencapai 1.263,2 hektare dalam dua bulan terakhir.

Penurunan titik api belum menjadi tanda karhutla berakhir karena kemunculan hotspot baru masih terjadi, terutama di Kecamatan Cempaka, sementara kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Banjarbaru pada Rabu pagi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru Zaini Syahranie di Banjarbaru, Rabu, mengatakan dua hotspot kategori tinggi masih terpantau di Kecamatan Cempaka, sedangkan hotspot kategori sedang ditemukan di Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang.

“Yang jelas titik api pasti berkurang. Tetapi ada lagi hotspot baru yang timbul di daerah Kecamatan Cempaka,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, ucapnya, BPBD Banjarbaru membentuk tiga posko karhutla sebagai titik penguatan pemantauan dan respons terhadap kebakaran yang muncul di sejumlah kawasan rawan.

Satu posko berada di Jalan Tambak Buluh, sedangkan dua posko lainnya ditempatkan di kawasan Jalan A Yani Kilometer 21, Kecamatan Liang Anggang, yang dikelola komunitas setempat sesuai wilayah kerja masing-masing.

“Dua posko di Pal 21 yang dikelola oleh kawan-kawan komunitas Liang Anggang. Nah, di sana dia bekerja sesuai dengan wilayahnya masing-masing,” katanya.

Selain mencegah perluasan kebakaran, terangnya, keberadaan posko diarahkan untuk mempercepat informasi dan penanganan ketika muncul titik panas baru sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas ke area lain.

Di sisi lain, asap karhutla masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. BPBD mengingatkan warga meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan pada pagi hari.

“Kami sudah menyosialisasikan kepada warga untuk menggunakan masker di waktu-waktu atau jam-jam tertentu, seperti kegiatan aktivitas pagi,” ucapnya.

BPBD Banjarbaru meminta masyarakat tidak menganggap turunnya jumlah hotspot sebagai kondisi aman dan tetap berperan dalam pencegahan, termasuk segera melaporkan kemunculan asap atau api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum memperluas luasan karhutla.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia