Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Luas karhutla di kawasan lereng Gunung Semeru capai 600 hektare

NadiKabar Biro
Luas karhutla di kawasan lereng Gunung Semeru capai 600 hektare
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Luas karhutla di kawasan lereng Gunung Semeru capai 600 hektare.

Lumajang, Jawa Timur - Luas area terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diperkirakan mencapai 600 hektare lebih, namun angka tersebut masih dinamis, karena pendataan dan pemantauan terus dilakukan.

"Petugas gabungan saat ini memprioritaskan pengendalian pergerakan api agar tidak memasuki wilayah yang berdekatan dengan pemukiman warga," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho saat dihubungi telepon selulernya, Senin sore.

Menurutnya, fokus penanganan diarahkan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah pergerakan kebakaran mendekati pemukiman dan lahan masyarakat.

"Sejumlah titik api masih terpantau di kawasan lereng Semeru yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), antara lain Blok Ayak-Ayak, Kalimati, Gunung Kolong, serta kawasan pertigaan Trisula Malang," tuturnya.

Ia mengatakan api semakin meluas mengarah ke Kalimati, lalu bergeser ke Gunung Kolong, sementara yang di Ayak-Ayak juga masih ada titik api, juga pertigaan Trisula Malang

Kondisi medan lereng Semeru yang sulit dijangkau menjadi tantangan bagi petugas, karena sejumlah titik api tidak dapat diakses kendaraan pemadam, sehingga penanganan dilakukan secara manual melalui jalur darat dengan berjalan kaki.

Salah satu langkah yang dilakukan petugas adalah membuat sekat bakar di lokasi tertentu karena sekat tersebut berfungsi sebagai upaya memperlambat pergerakan api, sehingga tersedia ruang untuk mencegah kebakaran menjangkau area pemukiman dan lahan masyarakat.

"Bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak, langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya perlindungan. Pengendalian tidak hanya diarahkan untuk memadamkan titik api, tetapi juga mengantisipasi arah pergerakan api agar risiko terhadap warga dapat ditekan," katanya.

Sementara itu, helikopter water bombing yang sebelumnya mendukung penanganan karhutla di kawasan Semeru telah dialihkan untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah Kalimantan.

"Dengan kondisi tersebut, pengendalian melalui jalur darat dan pencegahan menjadi semakin penting. Petugas gabungan terus memantau titik api dan memperkuat sekat bakar di area yang dinilai memiliki potensi pergerakan kebakaran," ujarnya.

Isnugroho menjelaskan bahwa masyarakat juga memiliki peran penting dalam membantu pencegahan, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu sumber api di kawasan hutan dan lahan. Informasi mengenai perkembangan kebakaran sebaiknya diperoleh melalui petugas dan sumber resmi agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

"Upaya pengendalian karhutla di lereng Semeru terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Pemantauan, pemadaman manual, dan pembuatan sekat bakar menjadi langkah yang dilakukan untuk menjaga agar api tidak berkembang menuju permukiman maupun lahan warga," katanya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia