Magetan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan meluncurkan program Pemberdayaan Ekonomi Kampung Susu Lawu Singolangu di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur yang bekerja sama dengan OJK Solo dan Yayasan Dompet Dhuafa.
Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya sektor peternakan dan pengolahan susu. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan Kafetaria Kampung Susu Lawu untuk memberdayakan masyarakat terutama dari olahan susu.
"Program pemberdayaan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas masyarakat agar semakin mandiri dan berdaya. Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Dompet Dhuafa, Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya, dan OJK atas kolaborasi strategis ini," ujar Wabup Kang Suyat saat kegiatan di Balai Kampung Susu Lawu, Singolangu, Kabupaten Magetan, Jumat.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci penting dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Ia menyampaikan tiga harapan besar terkait program tersebut. Pertama penerima manfaat diharapkan mengelola bantuan dengan amanah melalui pemeliharaan aset dan penyelenggaraan program dengan penuh tanggung jawab.
Kedua, program dikembangkan agar memiliki nilai tambah sehingga dapat mewujudkan kemandirian usaha dan peningkatan kesejahteraan. Dan ketiga, diperlukan pendampingan menyeluruh dan berkelanjutan untuk membuka ruang kolaborasi dengan stakeholder lain.
Ia menambahkan, Kampung Susu Lawu Singolangu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai sentra ekonomi berbasis peternakan dan produk olahan susu.
Karenanya, Pemerintah Kabupaten Magetan akan terus mendorong sinergisitas antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, lembaga sosial, serta masyarakat, untuk terus memberdayakan.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan pendampingan yang telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya. Penguatan tersebut dilakukan setelah sektor peternakan terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), di antaranya melalui penambahan sapi, perbaikan pengelolaan, dan sarana pendukung.
"Bantuan tahap awal mencakup penambahan sapi perah, sarana dan peralatan produksi, pengembangan fasilitas kafe, serta sepeda untuk mendukung pemasaran susu segar. Masyarakat juga mendapat pendampingan dan pelatihan," katanya.
Pengembangan program tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga menjaga kualitas dan memperbanyak produk olahan susu.
"Sejauh ini permintaan pasar cukup bagus. Tantangannya adalah meningkatkan produksi, menjaga kualitas, dan mengembangkan produk olahan," kata Ahmad Juwaini.
Sementara itu, Kepala OJK Solo Mohammad Mufid menyampaikan pentingnya penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan peternak.
Akses terhadap pembiayaan dan pengelolaan keuangan yang baik diharapkan dapat mendukung perkembangan usaha masyarakat.
"Program tersebut diharapkan mampu menjadi wadah bagi masyarakat Kampung Susu Lawu Singolangu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan nilai tambah dari hasil peternakan dan produk susu," katanya.
Dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, lanjutnya Kampung Susu Lawu Singolangu diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Magetan.
Dalam kesempatan itu, Kampung Susu Lawu juga menerima sejumlah bibit tanaman kopi varietas arabica yang ditanam untuk menciptakan Arabica Sarangan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.