Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Malaysia mulai penyemaian awan di Sarawak timur tangani kabut asap

NadiKabar Biro
Malaysia mulai penyemaian awan di Sarawak timur tangani kabut asap
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Malaysia mulai penyemaian awan di Sarawak timur tangani kabut asap.

Istanbul - Malaysia, Kamis, memulai operasi penyemaian awan selama tiga hari di negara bagian Sarawak bagian timur untuk memulihkan ketinggian air bendungan dan mengurangi kabut asap di wilayah tersebut.

Operasi itu menyasar bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batang Ai, Bakun, dan Murum, dengan rencana penerbangan lanjutan di atas daerah tangkapan air yang kritis di seluruh negara bagian tersebut, menurut laporan harian The Star.

Wakil Kepala Menteri Sarawak, Douglas Uggah Embas, mengatakan bahwa operasi itu bertujuan untuk meningkatkan ketinggian air waduk menjelang kondisi cuaca yang diperkirakan akan lebih panas dan kering pada Oktober.

Langkah itu diambil di tengah situasi di mana negara tetangga, Indonesia, sedang menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan secara tidak biasa, dengan fenomena El Nino yang menciptakan kondisi pemicu kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan.

Sarawak, sebuah negara bagian Malaysia di Pulau Kalimantan, memiliki perbatasan darat dengan provinsi-provinsi Kalimantan di Indonesia.

Hampir 95.000 hektare lahan terbakar di Indonesia pada Juli saja, sementara Kementerian Kehutanan memperkirakan sekitar 202.000 hektare lahan telah terbakar secara nasional hingga akhir Juli.

Malaysia juga telah meminta izin kepada Jakarta untuk melakukan operasi penyemaian awan dengan memanfaatkan wilayah udara Indonesia, seiring upaya pihak berwenang dalam menangani kabut asap yang terkait dengan kebakaran di kawasan tersebut.

Penyemaian awan melibatkan penyebaran partikel berbahan dasar garam ke dalam awan yang sesuai untuk memicu hujan, yang dapat membantu memulihkan cadangan air dan membersihkan polutan di udara.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia