Jakarta - Head of Equity Research, Equity Strategist, Banking Analyst Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat menyampaikan aliran dana asing (foreign inflow) berpotensi kembali masuk ke pasar saham Indonesia secara bertahap menjelang peninjauan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada November 2026.
Aliran dana asing tersebut terutama mengarah ke saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip).
“Penilaian MSCI di November 2026 nanti kami proyeksikan akan mendapat positif terhadap foreign inflow ke pasar-pasar Indonesia, terutama lewat emiten-emiten blue chip,” kata Kresna dalam Mandiri Macro & Market Brief Q3 2026 secara virtual di Jakarta, Kamis.
Kresna menilai, potensi sentimen positif itu didukung oleh reformasi kebijakan pasar modal yang sudah dijalankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama pemerintah.
Reformasi dilakukan dalam rangka meningkatkan daya tarik investasi dan tata kelola pasar modal Indonesia.
Meski demikian, Kresna memperkirakan aliran dana asing tidak akan langsung masuk dalam jumlah besar, melainkan berlangsung secara bertahap dan moderat.
“Demikian pun kami juga melihat bahwa foreign inflow tersebut akan terjadi secara bertahap dan moderat ya, mengingat proses selanjutnya yang diperlukan oleh MSCI untuk memonitor eksekusi reformasi kebijakan pasar modal Indonesia secara lebih lanjut lagi,” jelasnya.
Adapun pengumuman tinjauan indeks berikutnya oleh MSCI dijadwalkan pada 11 November 2026, dengan perubahan yang dihasilkan berlaku efektif mulai 1 Desember 2026.
Peninjauan tersebut juga menjadi batas akhir masa pemantauan MSCI terhadap pasar modal Indonesia terkait reformasi transparansi dan penentuan porsi saham publik (free float).
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.