Jakarta - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur mengoptimalkan operasional posko pelayanan kesehatan (yankes) dari rumah sakit daerah guna memenuhi kebutuhan medis bagi lebih dari 9.000 warga pengungsi terdampak gempa bumi.
Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengatakan keberlanjutan layanan medis menjadi prioritas utama penanganan darurat di tengah bayang-bayang trauma dan keterbatasan fasilitas pasca-bencana.
"Dari total 36.102 jiwa korban terdampak, sampai dengan tadi malam sudah ada 9.000-an warga di tenda-tenda pengungsian yang terlayani tim medis," katanya di sela menerima kunjungan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas di Mbeliling, Selasa.
Ia mengaku sudah menginstruksikan rumah sakit daerah untuk tetap beroperasi penuh merawat pasien di dalam ruangan sejak hari pertama bencana terjadi.
Keputusan ini untuk menjamin keselamatan pasien meski tenaga medis sempat diliputi kecemasan akan potensi gempa susulan.
Layanan medis di Manggarai Barat tidak hanya menyasar warga lokal, tetapi juga memfasilitasi penanganan korban rujukan dari kabupaten tetangga yang mengalami cedera berat seperti patah tulang.
Di samping penanganan trauma fisik dan cedera, pemda memantau ketat kondisi kesehatan kelompok rentan di posko pengungsian usai mencatatkan dampak lanjutan berupa meninggalnya tiga bayi saat menjalani perawatan di Puskesmas Tentang, Puskesmas Golowelu, dan Puskesmas Lengko Cepang.
"Kami mengapresiasi dukungan pasokan obat-obatan, fasilitas tenda darurat, serta bantuan tim medis dari berbagai pihak swasta dan lembaga kemanusiaan yang membantu menjaga keandalan layanan kesehatan di sini," kata Edistasius.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan per 30 Agustus 2026, pukul 07.00 WIB pengungsi gempa NTT menjadi 188.161 orang. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo. Selain itu, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende.
BNPB juga mencatat korban meninggal dunia mencapai 111 orang sejak gempa pertama 15 Agustus 2026, dengan total korban luka mencapai 1.631 orang, terdiri atas 223 orang luka berat dan 1.408 orang luka ringan.
Kerusakan rumah mencapai 95.567 unit, dengan rincian 46.161 rumah rusak ringan, 21.992 rumah rusak sedang, dan 27.414 rumah rusak berat.
Dari jumlah tersebut Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat 36.102 warga setempat terdampak yang berasal dari 7.777 kepala keluarga.
Selain itu, 10.757 rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, dan berat. Tercatat 152 rumah rusak di antaranya milik warga Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling yang sekaligus menjadi wilayah yang menerima manfaat bantuan dari PT Freeport Indonesia.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.