Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur menjadikan toleransi dan persaudaraan lintas agama sebagai kekuatan untuk pulih bersama setelah gempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores.
Menurut Menag, masa pemulihan tidak hanya membutuhkan bantuan material. Masyarakat juga memerlukan kekuatan sosial, rasa saling percaya, dan semangat untuk saling menopang tanpa mempersoalkan perbedaan agama maupun latar belakang.
“Jangan menekankan perbedaan antara satu agama dengan agama yang lain. Lebih gampang kita mencari titik temu dan persamaan,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Pernyataan Menag tersebut disampaikan saat menemui masyarakat terdampak gempa di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
Nasaruddin mengatakan setiap agama memiliki identitas dan tradisinya masing-masing. Perbedaan tersebut tidak harus dihapus atau diseragamkan, yang terpenting masyarakat mampu menemukan ruang bersama untuk hidup berdampingan dan saling membantu.
Toleransi tumbuh ketika masyarakat mampu menerima perbedaan sekaligus menjaga hal-hal yang menjadi persamaan.
“Toleransi ialah membiarkan yang berbeda itu berbeda dan membiarkan yang sama itu sama, tanpa harus mempersoalkan,” katanya.
Menag menggambarkan keberagaman Indonesia sebagai sebuah lukisan yang keindahannya lahir dari banyak warna. Karena itu, keragaman agama, suku, budaya, dan tradisi harus menjadi sumber kekuatan, terlebih ketika masyarakat sedang menghadapi bencana.
Dalam kondisi seperti ini, batas-batas identitas semestinya tidak menghalangi masyarakat untuk saling membantu.
Menag juga mengajak warga memaknai musibah dengan tetap menjaga harapan. Dalam kehidupan beragama, katanya, manusia akan menghadapi berbagai bentuk ujian. Sikap sabar dan syukur menjadi kekuatan untuk melewatinya.
“Kalau diuji dengan musibah, dia bersabar. Kalau diuji dengan kenikmatan, dia bersyukur. Sabar dan syukur itu dua sayap,” ujar Nasaruddin.
Sebelumnya, Menag menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar untuk masyarakat terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, yang diserahkan saat mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.