Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan peserta Talent & Innovation Hub (TIH) Kemnaker tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan ide atau memberikan solusi, tetapi mampu membangun dan menjalankan perusahaan yang menciptakan lapangan kerja.
“Buktikan bahwa ide yang baik dapat menjadi solusi. Buktikan bahwa kreativitas dapat menghasilkan peluang,” kata Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut Yassierli, TIH harus menjadi ruang pembelajaran bagi talenta muda untuk menemukan peluang, mengembangkan gagasan, menguji kelayakan, hingga mewujudkannya menjadi karya yang memiliki nilai dan dampak nyata.
Oleh karena itu, lanjutnya, peserta tidak perlu terikat secara kaku pada ide awal apabila setelah diuji ternyata belum layak.
“Ide awal itu bukan harga mati. Anda enggak usah mati-matian memperjuangkan kalau memang tidak layak. Challenge idenya, improve, monetize,” ujar dia.
Lebih lanjut ia mengatakan, pengembangan inovasi dapat dilakukan dengan memperluas ekosistem, menarik solusi ke hulu maupun hilir, memperbesar cakupan, atau menerapkan gagasan pada objek yang berbeda.
Menurutnya, yang terpenting adalah kemampuan melihat peluang dan menghasilkan solusi yang memiliki nilai ekonomi.
Selain itu, Yassierli juga mengingatkan bahwa peluang usaha perlu dipertemukan dengan minat dan kompetensi. Ia membagikan pengalaman ketika mencoba sejumlah usaha, mulai dari rumah makan, kafe, hingga beternak domba.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.