Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan kompetensi tenaga kerja harus disiapkan untuk menghadapi peluang penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs), yang diproyeksikan mencapai 5,3 juta hingga 9 juta lapangan kerja baru dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan.
Yassierli mengatakan penyiapan tersebut mencakup keterampilan siap kerja, kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi, hingga rekognisi.
“Ini harus menjadi kesempatan yang kita ambil, kita siapkan dari awal. Karena semangatnya transisi energi pun semangatnya adalah no one left behind,” kata Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut, Menaker Yassierli mengatakan green jobs menjadi peluang besar ke depan dalam skena ketenagakerjaan masa depan.
Ia menilai, tantangan selanjutnya adalah menerjemahkan peta jalan green jobs menjadi aksi nyata.
“Kalau kita lihat dalam kacamata global, green jobs ini tidak hanya menjadi concern Indonesia, tapi semua negara dan semua di dunia. Kita sudah berdiskusi cukup panjang terkait dengan roadmap khusus terkait dengan green jobs ini,” ujar Yassierli.
Ia menjelaskan, Kemnaker menyiapkan modalitas untuk mendukung keterampilan tenaga kerja terkait green jobs, mulai dari tempat pelatihan hingga pengakuan oleh industri.
“Dan peran kami di Kementerian Ketenagakerjaan adalah menyiapkan modalitas mulai dari tempat pelatihan dalam konteks itu adalah skill siap kerja terkait dengan green jobs ini sendiri. Kemudian penyiapan kurikulum, instruktur, fasilitas, sertifikasi sampai kepada rekognisi,” kata dia.
Selain itu, Menaker Yassierli mengatakan upaya tersebut membutuhkan kerja sama yang luar biasa.
“Peluang tersebut harus dipersiapkan sejak awal sejalan dengan semangat transisi energi yang inklusif,” ujar Yassierli.
Di sisi lain, “Outlook Ketenagakerjaan 2026” Kemnaker memproyeksikan potensi jumlah green jobs di Indonesia dapat mencapai 3,88 juta orang pada 2026.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker Anwar Sanusi dalam keterangan terpisah, mengatakan peluang ini ada menyusul kebijakan hilirisasi sumber daya alam (SDA) yang terus berkembang, perkembangan energi baru terbarukan, ekonomi sirkular, elektrifikasi transportasi, dan modernisasi industri.
“Peluang kerja yang tercipta dari hilirisasi dan ekonomi hijau harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Karena itu, pengembangan keterampilan menjadi faktor yang sangat penting,” ujar Anwar.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.