JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kebudayaan harus dapat menjadi sumber ekonomi dan industri budaya serta kreatif sehingga keberadaannya tidak dipandang sebagai beban.
“Saya kira itu supaya nanti ke depan budaya kita ini jangan menjadi beban. Budaya ini adalah sumber dari ekonomi budaya, sumber dari industri budaya, dan juga kalau terminologi sekarang disebut sebagai CCI, Cultural and Creative Industry,” kata Fadli dalam Malam Anugerah Pemenang Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin.
Fadli mengatakan Cultural and Creative Industry (CCI) telah menjadi terminologi internasional yang menunjukkan adanya potensi ekonomi dari pengembangan kebudayaan.
Ia mencontohkan pengelolaan museum di sejumlah negara yang menurutnya mampu menghasilkan pendapatan besar dari kunjungan masyarakat.
“Kalau di luar negeri museum-museum itu menghasilkan pendapatan yang fantastis, yang luar biasa,” ujarnya.
Fadli mencontohkan Museum Versailles di Prancis. Menurut dia, museum tersebut dapat menerima sekitar 30 ribu pengunjung dalam sehari dengan harga tiket sekitar 65 euro.
Dengan jumlah pengunjung dan harga tiket tersebut, Fadli memperkirakan pendapatan dari tiket saja dapat mencapai sekitar 1,95 juta euro atau sekitar Rp30 miliar per hari dengan asumsi satu euro setara Rp1 juta.
“Jadi 30.000 kali 65 Euro, anggaplah 65 Euro itu 1 juta rupiah, itu sudah 30 miliar dari tiketnya saja, dari tiketnya saja ya. Satu hari, bukan satu bulan,” kata Fadli.
Menurut Fadli, besarnya potensi tersebut menunjukkan museum dan cagar budaya dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik.
Indonesia, kata dia, memiliki potensi serupa melalui museum dan cagar budaya yang tersebar di berbagai daerah.
Pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap museum, termasuk dari sisi tata pamer, literasi, narasi, display, dan koleksi agar semakin menarik bagi masyarakat.
“Saya kira Museum Nasional ini sudah mempunyai standar internasional yang semakin baik dan kita terus perbaiki dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Fadli mengatakan pemerintah juga terus memperbaiki sejumlah cagar budaya, termasuk Borobudur dan Prambanan. Pembenahan juga dilakukan terhadap berbagai cagar budaya lain seperti candi, benteng, masjid, gereja, vihara, serta situs peninggalan sejarah dan prasejarah.
Dalam pengembangan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta, korporasi, dan filantropis.
“Kita juga kreatif, kita mengundang juga pihak swasta, korporasi, filantropis untuk join forces bersama-sama memajukan kebudayaan nasional kita,” kata Fadli.
Fadli berharap pengelolaan museum dan cagar budaya dapat berkembang sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.