JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong para kreator konten, khususnya generasi muda, untuk terus memproduksi dan mempromosikan konten mengenai budaya, sejarah, museum, dan cagar budaya Indonesia di ruang digital.
“Saudara-saudara adalah orang-orang yang kita harapkan juga menjadi duta-duta budaya, menjadi bagian dari pemaju kebudayaan kita, bagian dari pejuang kebudayaan dan peradaban kita,” kata Fadli dalam Malam Anugerah Pemenang Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin.
Fadli mengatakan ruang digital memiliki peran penting dalam memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membuat berbagai informasi mengenai budaya dan peradaban dapat tersebar secara luas.
Menurut dia, keberadaan konten budaya di ruang digital juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai kebudayaan Indonesia.
“Dan kita berharap ruang-ruang digital itu penuh juga dengan budaya kita dan nantinya museum dan cagar budaya semakin meningkat dikunjungi oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai para pemenang lomba konten video kreatif tersebut memiliki kemampuan untuk membuat konten yang dapat menjadi sarana promosi kebudayaan.
Sebanyak 18 karya terbaik terpilih sebagai pemenang dari 1.931 peserta yang berasal dari 35 provinsi. Para peserta mengikuti kompetisi melalui tiga platform, yakni YouTube Shorts, Instagram Reels, dan TikTok, dengan kategori pelajar dan umum.
Fadli mengatakan kekayaan budaya Indonesia menyediakan sumber materi yang sangat luas bagi para pembuat konten.
Indonesia, kata dia, memiliki 1.340 etnis dan 718 bahasa. Sementara itu, cagar budaya nasional yang telah terdaftar dan ditetapkan saat ini mencapai 743, sedangkan warisan budaya takbenda berjumlah 2.727.
“Untuk membuat konten seperti ini tidak akan ada habis-habisnya dan infinity kalau menurut saya,” kata Fadli.
Ia mencontohkan koleksi Museum Nasional Indonesia yang mencapai sekitar 190 ribu koleksi. Jumlah tersebut, menurut dia, dapat menjadi sumber materi bagi kreator untuk memperkenalkan berbagai peninggalan budaya kepada masyarakat.
Fadli juga menyoroti pentingnya narasi dalam pembuatan konten budaya agar informasi yang disampaikan tetap menarik dan informatif.
“Mudah-mudahan ke depan dengan semakin maraknya konten-konten budaya, konten-konten sejarah, konten-konten peradaban, museum, dan juga intangible cultural heritage kita, masyarakat semakin mencintai budaya kita,” ujarnya.
Ia berharap lomba konten video kreatif “Aku dan Budayaku” dapat menjadi kegiatan rutin dan mendorong semakin banyak generasi muda terlibat dalam pemajuan kebudayaan.
Fadli juga mengapresiasi peserta yang belum meraih penghargaan dan mendorong mereka tetap menghasilkan karya dengan mengangkat kekayaan budaya di daerah masing-masing.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.