Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melaporkan realisasi anggaran Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) pada 2026 hingga 1 September 2026 mencapai Rp1,146 triliun atau 55,84 persen.
"Serapan anggaran sampai dengan 1 September 2026 sebesar 55,84 persen," kata Mendes Yandri dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
Realisasi itu, ujarnya, dihitung dari total pagu anggaran sebesar Rp2,05 triliun, yang merupakan hasil penyesuaian dari pagu awal Kemendes PDT sebesar Rp2,5 triliun.
Mendes Yandri mengatakan penyesuaian dilakukan melalui realokasi ke bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BABUN) sebesar Rp451,62 miliar.Dengan demikian, pagu yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Kemendes PDT pada 2026, sekitar Rp2,05 triliun.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa realisasi anggaran hingga September itu mencakup berbagai jenis belanja, di antaranya adalah realisasi terbesar berasal dari belanja pegawai yang mencapai Rp260,4 miliar atau 74,75 persen. Sementara itu, realisasi belanja barang dan jasa mencapai Rp877,05 miliar atau 51,91 persen. Kemudian, realisasi belanja modal tercatat Rp8,78 miliar atau 59,65 persen.
Sebelumnya, Mendes Yandri menyampaikan bahwa Kemendes terus melakukan kolaborasi bersama multipihak dengan menggunakan dana lain di luar APBN untuk mengoptimalkan pembangunan desa.
Pertama, kata dia, Kemendes telah menggandeng Hakko Fukushikai Foundation dari Jepang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui pemberian beasiswa kepada pemuda desa.
"Kita ada program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia, ini peluang bagi pemuda asal Kabupaten Merangin," ujar mantan Wakil Ketua MPR RI itu.
Kemendes juga maksimalkan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menjalin kerja sama bersama New Hope Fintech dari China yang nantinya melakukan pendampingan dan pemberdayaan dengan teknologi di desa.
Lalu, ujarnya, Kemendes lewat program prioritas Bangun Desa, Bangun Indonesia juga akan menggenjot desa ekspor dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki desa tersebut.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.