Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meminta operator transportasi penerbangan dan pelayaran di Kalimantan menyesuaikan jadwal perjalanan sebagai respons terhadap kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) demi menjaga keselamatan.
Dudy mengatakan penyesuaian operasional dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, terutama ketika kabut asap menurunkan jarak pandang hingga berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan maupun pelayaran yang melayani masyarakat.
"Sejauh ini sektor transportasi di Kalimantan kita sesuaikan dengan kondisi kabut asap akibat karhutla," kata Menhub di Jakarta, Sabtu.
Menurut Dudy, operator diminta menilai perkembangan cuaca secara berkala sebelum mengoperasikan armada, termasuk mempertimbangkan penundaan atau pembatalan perjalanan apabila kondisi dinilai tidak lagi memenuhi standar keselamatan.
"Kalau memang asapnya sangat mengganggu, tentunya kita meminta para operator khususnya penerbangan dan juga operator pelayaran agar mempertimbangkan perjalanannya apakah itu ditunda atau dibatalkan," ujar Menhub.
Ia menegaskan keselamatan penumpang, awak dan seluruh pengguna jasa transportasi harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional, meski kebutuhan mobilitas masyarakat tetap perlu dijaga sebaik mungkin.
"Keselamatan harus menjadi perhatian utama kita," tegasnya.
Meski demikian, Kementerian Perhubungan memastikan hingga saat ini belum ada bandara di Kalimantan yang ditutup karena dampak kabut asap, sementara penyesuaian hanya dilakukan terhadap jadwal penerbangan sesuai kondisi cuaca.
"Sejauh ini bandara tidak ada yang kita tutup, hanya penerbangan yang kita sesuaikan," bebernya.
Dudy menjelaskan operasional penerbangan dan pelayaran tetap berlangsung apabila cuaca memungkinkan, sehingga konektivitas antarwilayah serta distribusi barang dan kebutuhan masyarakat tetap dapat berjalan dengan aman.
Kementerian Perhubungan terus memantau perkembangan kabut asap di Kalimantan bersama operator transportasi agar setiap penyesuaian operasional dilakukan secara cepat, tepat, dan mengutamakan keselamatan tanpa mengabaikan kelancaran layanan.
"Karena kita menyesuaikan dengan cuaca yang bisa berubah setiap saat. Tapi kalau cuaca memungkinkan, penerbangan atau pelayaran tetap dilaksanakan," kata Menhub.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.