Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Menhut: Hotspot naik, Kalbar dan Kalteng prioritas penanganan karhutla

NadiKabar Biro
Menhut: Hotspot naik, Kalbar dan Kalteng prioritas penanganan karhutla
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Menhut: Hotspot naik, Kalbar dan Kalteng prioritas penanganan karhutla.

Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni mengatakan tren titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali meningkat setelah sebelumnya menurun, membuat kedua provinsi itu menjadi prioritas utama penanganan.

"Setelah kemarin semua 6 provinsi yang prioritas trennya turun, namun hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menunjukkan kembali hotspot yang meningkat. Artinya, prioritas utama sekarang ini secara nasional tetap Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah," kata Menhut Raja Antoni dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.

Setelah meninjau karhutla di Jambi pada hari ini, Menhut Raja Antoni mengatakan dirinya dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto akan turun ke Pontianak untuk kembali memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Kalimantan Barat yang melibatkan Gubernur, Kapolda, dan Pangdam.

"Oleh karena itu, besok kami ke Pontianak untuk bertemu kembali dengan seluruh pemangku kepentingan, dengan Pak Gubernur, Kapolda, Pangdam, merapatkan barisan kembali, melakukan evaluasi sekaligus membuat rencana apa yang bisa kita lakukan untuk mitigasi," ujar Menhut.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendorong penurunan kembali angka hotspot maupun titik api (fire spot) yang telah diverifikasi.

Menhut Raja Antoni mengingatkan bahwa penanganan karhutla masih membutuhkan kewaspadaan bersama. Ia menyebut bahwa puncak El Nino pada September ini, sehingga perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak dalam pencegahan dan penanganan karhutla.

Berdasarkan data Sipongi milik Kementerian Kehutanan per 1 September 2026, hotspot di Kalimantan Barat dari sebelumnya 273 titik menjadi 859, Kalimantan Tengah dari 253 menjadi 623, Sumatera Selatan dari 20 menjadi 89, Kalimantan Selatan dari 22 menjadi 73, Riau tetap pada posisi 0, sementara Jambi dari 0 menjadi 4 titik hotspot.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia