Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Menhut minta pendinginan Karhutla Kalbar dimasifkan

NadiKabar Biro
Menhut minta pendinginan Karhutla Kalbar dimasifkan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Menhut minta pendinginan Karhutla Kalbar dimasifkan.

Pontianak - Menteri Kehutanan Raja Antoni meminta pendinginan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat dimasifkan karena penurunan jumlah titik panas belum menghilangkan ancaman asap.

"Harus ada gerakan yang masif untuk melakukan pendinginan. Ini sekarang sedang dilakukan pendinginan," kata Raja Antoni menyampaikan hal itu saat kembali meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis.

Dalam peninjauan tersebut, Menhut melihat proses pemadaman dan pendinginan yang dilakukan personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan di lokasi kebakaran.

Dia mengatakan, berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Sipongi milik Kementerian Kehutanan, jumlah titik panas di Kalimantan Barat mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir.

"Pada 31 Agustus tercatat 272 titik panas, kemudian meningkat menjadi 859 titik pada 1 September dan kembali menurun menjadi 268 titik pada hari berikutnya," tuturnya.

Menurut Raja Antoni, penurunan jumlah titik panas tidak serta-merta menunjukkan persoalan karhutla telah berakhir karena api yang telah padam tidak lagi terbaca dalam sistem pemantauan, sementara asap masih dapat bertahan.

"Api padam tidak terbaca sebagai hotspot di Sipongi, namun itu tidak berarti bahwa tidak ada asap. Teman-teman sendiri lihat, tidak lagi ada hotspot di sini tapi asapnya terus eksis," katanya.

Karena itu, ia meminta Manggala Agni, jajaran Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, BPBD dan seluruh unsur terkait tidak hanya berfokus menekan jumlah titik panas, tetapi juga memperkuat operasi pendinginan.

Raja Antoni mengatakan kondisi kabut asap masih terlihat di sejumlah wilayah, termasuk Pontianak, sehingga penanganan karhutla di Kalimantan Barat membutuhkan perhatian serius.

Menurut dia, pemerintah akan terus memantau perkembangan jumlah titik panas dan jarak pandang untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

"Malam nanti akan kita pantau kembali jumlah hotspot maupun visibility-nya. Kondisi Kalbar sedang tidak baik-baik saja," tegasnya.

Ia menekankan penurunan angka titik panas harus diikuti upaya pemadaman dan pendinginan yang berkelanjutan agar api tidak kembali muncul serta dampak asap terhadap masyarakat dapat segera dikendalikan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia