Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Menhut tekankan pemanfaatan potensi awan hujan untuk cegah karhutla

NadiKabar Biro
Menhut tekankan pemanfaatan potensi awan hujan untuk cegah karhutla
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Menhut tekankan pemanfaatan potensi awan hujan untuk cegah karhutla.

Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah bersama para pemangku kepentingan terkait memaksimalkan potensi awan hujan sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Menhut dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan salah satu peluang awan hujan yang diprediksi bisa dimanfaatkan untuk OMC adalah di Jambi.

“Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), peluang awan hujan di Jambi diperkirakan meluas pada 10-15 September,” ujar Raja Antoni.

Lebih lanjut, ia mengatakan potensi awan hujan saat ini masih terbatas di sejumlah wilayah Jambi. Namun, pada periode 10-15 September, peluang munculnya awan hujan diperkirakan mencakup wilayah Jambi secara lebih luas.

Adapun Menhut Raja Antoni sebelumnya menegaskan bahwa setiap potensi awan hujan yang tersedia akan dimaksimalkan untuk mendukung penanganan karhutla.

“Yang paling efektif itu OMC. Baik itu hujan alami maupun itu OMC, (bisa menghasilkan) hujan. Karena hanya dengan OMC itu persoalan karhutla dapat diselesaikan,” ujar Menhut Raja Antoni.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi September yang disebut sebagai periode penting dalam penanganan karhutla.

“Namun, sekali lagi, harus dijaga secara baik. Karena sekali lagi, puncak karhutla ini adalah bulan September. Ini medan perjuangan, ladang perjuangannya justru di September ini,” kata dia.

Khusus di Jambi, ia meminta seluruh pihak tetap menjaga kondisi karhutla. Menhut mengatakan meski tren titik panas (hot spot) dan penanganan karhutla di provinsi tersebut relatif baik, peninjauan kembali tetap harus dilakukan untuk memastikan kondisi titik api (fire spot).

“Khusus di Jambi seperti yang saya katakan tadi, trennya baik. Bahkan per hari kemarin hot spot-nya 0. Namun, itu data per jam 23.59 pada hari yang lalu. Ternyata pagi hari ini bertambah hot spot-nya,” ujarnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia