Bandarlampung - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak hanya dibangun sebagai tempat masyarakat berjualan, tetapi menjadi bagian dari infrastruktur pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa.
"Perlu dicatat, KDKMP bukan sekadar tempat jualan, melainkan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan seluruh barang subsidi dan bantuan," kata Zulhas, di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan pemerintah saat ini tengah menjalankan berbagai program strategis, salah satunya mewujudkan swasembada pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.
"Pemerintah membangun KDKMP di sekitar 82.000 titik desa dan kelurahan di Indonesia," kata dia lagi.
Dia mengatakan, nantinya berbagai kebutuhan masyarakat yang mendapatkan subsidi maupun bantuan pemerintah dapat disalurkan dari KDKMP, mulai dari beras, pupuk, elpiji 3 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng hingga alat dan mesin pertanian (alsintan).
"Selain itu, jalur pengiriman barang melalui pos juga diarahkan sampai ke KDMKP sebelum diteruskan kepada masyarakat," katanya lagi.
Dengan demikian, kata Zulhas, keberadaan KDKMP diharapkan dapat memudahkan pemerintah dalam memberikan pelayanan sekaligus memperpendek rantai distribusi barang ke masyarakat desa.
"Begitu juga dengan pengiriman melalui pos, jalurnya akan sampai ke KDKMP sebelum diteruskan ke masyarakat. Ini berfungsi memudahkan layanan sebagai infrastruktur pemerintah," ujarnya pula.
Zulhas juga menyoroti persoalan panjangnya rantai pasok yang menyebabkan harga sejumlah kebutuhan masyarakat di desa justru lebih mahal dibandingkan wilayah perkotaan.
"Contohnya kondisi di kampung saya, harga ayam mencapai Rp60.000 per ekor, karena proses distribusinya masih panjang. Sementara itu, harga ayam di Bandarlampung disebut hanya sekitar Rp36.000 per ekor," katanya lagi.
Karena itu, ujar dia pula, pemerintah berupaya mendekatkan desa dengan pusat-pusat produksi sehingga rantai pasok dapat dipangkas.
"Langkah tersebut penting agar masyarakat desa memperoleh barang dengan harga yang lebih terjangkau, sementara produsen juga memiliki akses pasar yang lebih dekat," kata Zulhas.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.