Karawang - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengecek langsung penanganan kekeringan yang mengancam areal persawahan di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), Senin.
"Kita jangan sibuk berdebat rapat dan seterusnya, kita harus lihat langsung ke lapangan (mengecek kekeringan yang melanda areal sawah)," kata Amran saat inspeksi mendadak areal sawah, di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Karawang, Senin.
Mentan menyampaikan, penanganan kekeringan tidak boleh hanya dipantau dari Jakarta, tapi harus dicek langsung kondisi riil sawah di lapangan, termasuk memastikan lahan yang mengalami kekeringan mendapatkan pasokan pompa air.
Mentan mengaku inspeksi mendadak ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan mesin pompanisasi yang telah didistribusikan oleh pemerintah benar-benar terpasang dan dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.
Pemerintah Kabupaten Karawang sebelumnya menyalurkan 63 unit pompa air bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada para kelompok tani, sebagai upaya penanganan kekeringan yang mengancam areal persawahan pada musim kemarau ini.
"Kunjungan ini namanya sidak. Melihat langsung apa benar pompa sudah dipasang, apa benar yang kekeringan ini sudah dipasangi pompa, ternyata benar. Makanya terima kasih kepada Dirjen SDA (Sumber Daya Air) Kementerian Pekerjaan Umum," katanya pula.
Menurut Mentan, hingga kini dampak kekeringan telah terpetakan di sekitar 30.000 hektare lahan sawah, dari total tanaman sekitar 11 juta hektare. Kondisi tersebut tersebar sejumlah wilayah di Jawa dan luar Jawa.
Sementara dalam penanganan kekeringan, katanya lagi, pemerintah telah menyiapkan puluhan ribu pompa. Selain itu, juga ada bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang mencakup alat panen hingga traktor.
Khusus di lokasi yang dikunjungi di wilayah Karawang, terdapat sekitar 3.000 hektare lahan yang berpotensi ditingkatkan produktivitasnya melalui pompanisasi.
Dia menyebutkan, jika lahan tersebut menghasilkan sekitar 7 ton gabah per hektare dengan asumsi harga Rp6.500 per kilogram, maka tambahan pendapatan petani bisa mencapai sekitar Rp136 miliar.
Amran optimistis produktivitas padi di Karawang yang dikenal sebagai daerah lumbung padi ini dapat ditingkatkan.
Ia menyampaikan, kondisi kekeringan di Karawang tidak akan mengganggu produksi secara signifikan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.