Subang, Jawa Barat - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) dapat meningkatkan produktivitas padi 11-12 ton per hektare.
"Metode ini meningkatkan populasi, dari yang sebelumnya 360 ribu rumpun menjadi 800 ribu sampai satu juta," kata Mentan Amran saat meninjau panen metode PM-AAS di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu.
Mentan menyatakan bahwa metode PM-AAS dapat meningkatkan produktivitas panen padi dari yang sebelumnya rerata 5-6 ton per hektare menjadi 11-12 ton per hektare.
Menurut dia, dengan metode tersebut maka benih padi yang ditanam akan lebih banyak sehingga akan meningkatkan produktivitas.
Pada penanaman metode konvensional, kata Amran, petani hanya menanam 360 ribu rumpun per hektare sedangkan pada metode PM-AAS bisa mencapai 800 ribu hingga 1 juta rumpun.
"Satu rumpun itu menghasilkan 13-15 gram, kalau dikalikan 800 atau 1 juta maka hasilnya dapat kelihatan," ujarnya.
Amran menambahkan bahwa metode PM-AAS saat ini sudah dilakukan di 10 provinsi di antaranya Jawa Barat, Sumatera Utara, Lampung, Banten, dan Nusa Tenggara Barat.
Hasilnya kata Amran, dengan menggunakan metode PM-AAS maka produktivitas padi di sejumlah wilayah percontohan meningkat 5-6 ton per hektare.
"Ini meningkatkan 2 kali lipat yang biasanya 5 ton bisa berproduksi 11-12 ton," katanya menambahkan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.