Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengalokasikan Rp37,30 triliun untuk Direktorat Jenderal Bina Marga dari pagu anggaran tahun 2027 sebesar Rp114,59 triliun untuk pembangunan dan preservasi infrastruktur konektivitas.
"Dari total anggaran 2027 sebesar Rp114,59 triliun, kami breakdown sebagai berikut, sektor Direktorat Jenderal Bina Marga sebesar Rp37,30 triliun, yang kami gunakan untuk preservasi jalan, jembatan, pembangunan beberapa titik baru di jalan tol, pembangunan flyover, underpass, serta jembatan-jembatan gantung," ujar Dody dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.
Kemudian pagu anggaran tahun depan tersebut juga dialokasikan untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebesar Rp30,66 triliun, yaitu untuk melanjutkan pembangunan bendungan serta irigasi-irigasinya, pengendalian banjir dan pantai, serta untuk pemenuhan air baku.
Sedangkan untuk Cipta Karya dialokasikan total sebesar Rp12,15 triliun untuk penyiapan air minum, untuk pengolahan air limbah, persampahan, bangunan gedung, serta kawasan-kawasan yang strategis.
"Di sektor infrastruktur strategis, kami alokasikan Rp32,57 triliun untuk penyelesaian Sekolah Rakyat tahun 2026-2027, penyelesaian sekolah-sekolah keagamaan, penyelesaian beberapa perguruan tinggi, pasar, serta beberapa fasilitas sosial, dan juga untuk beberapa masjid dan juga gereja-gereja," kata Dody.
Sedangkan untuk dukungan manajemen dan teknis dialokasikan sebesar Rp1,91 triliun untuk tata kelola, pengawasan, perencanaan, sumber daya manusia, jasa konstruksi, serta pembiayaan infrastruktur.
Menurut Dody, Rencana Kerja Pemerintah tahun 2027 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri".
"Bagi kami, produktivitas berarti sawah teraliri air dari irigasi-irigasinya, logistik semakin terhubung, dan layanan dasar berfungsi secara optimal. Investasi dan industri didukung oleh konektivitas, infrastruktur dasar, serta kawasan yang tertata. Dukungan kami menjangkau ketahanan pangan, air, dan energi, infrastruktur dan lapangan kerja, desa, perkotaan, pembangunan manusia, serta pada lingkungan," katanya.
Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan kondisi jalan nasional mantap mencapai 97 persen pada 2027 melalui penguatan konektivitas guna mempercepat mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pemerataan pembangunan nasional.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar mengatakan target tersebut mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menjadi pedoman pembangunan infrastruktur.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.