Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Menteri PU dorong pengendalian banjir Tanjungpinang secara menyeluruh

NadiKabar Biro
Menteri PU dorong pengendalian banjir Tanjungpinang secara menyeluruh
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Menteri PU dorong pengendalian banjir Tanjungpinang secara menyeluruh.

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong penanganan pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang dilakukan secara menyeluruh tidak hanya mengandalkan pada infrastruktur Waduk Srikaton tetapi juga memperhatikan kondisi aliran sungai hingga ke bagian hilir dan muara.

“Area sempadan sungai di bagian hilir tidak dibangun bangunan liar dan melakukan pengecekan terhadap saluran dari area hilir sampai dengan area muara untuk memastikan terdapat sedimen yang parah ataupun bottleneck yang menyebabkan banjir,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Waduk Srikaton memiliki luas lahan 2,93 hektare dengan kapasitas tampungan mencapai 80.588 meter kubik. Saat hujan lebat, infrastruktur tersebut mampu menampung volume air atau debit banjir puncak yang masuk ke kolam hingga 51.588 meter kubik.

Keberadaan Waduk Srikaton menjadi salah satu bagian dari upaya pengendalian banjir di Kota Tanjungpinang. Infrastruktur tersebut mampu mereduksi banjir sebesar 1,79 persen dari luas Daerah Aliran Sungai (DAS).

Dody mengatakan telah mengarahkan agar Sungai Terusan dapat direvitalisasi dan dioptimalkan Kembali. Sehingga fungsi serta potensinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya para nelayan.

Untuk memperoleh gambaran kondisi lapangan secara menyeluruh, Menteri Dody mengatakan juga menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam melakukan pemantauan menggunakan drone di sepanjang jalur aliran Sungai Terusan.

Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.

Saat ini, ia mengatakan kondisi Sungai Terusan mengalami penyempitan yang antara lain disebabkan oleh pertumbuhan tanaman bakau. Kondisi tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya mengoptimalkan kembali fungsi kanal.

“Saya telah menginstruksikan BWS Sumatera IV Batam untuk melakukan pemantauan menggunakan drone di sepanjang jalur aliran Sungai Terusan, sehingga kondisi lapangan dapat terlihat secara menyeluruh dan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan yang tepat,” kata Dody.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia