Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Menteri PU dukung pembangunan monumen bahasa nasional Pulau Penyengat

NadiKabar Biro
Menteri PU dukung pembangunan monumen bahasa nasional Pulau Penyengat
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Menteri PU dukung pembangunan monumen bahasa nasional Pulau Penyengat.

Tanjungpinang - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Dody Hanggodo mendukung pembangunan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Menteri PU, pembangunan monumen tersebut sebagai upaya memperkuat daya tarik sejarah dan budaya Melayu, sekaligus menjadi simbol bahwa lahirnya bahasa Indonesia berasal di Pulau Penyengat, melalui pemikiran Raja Ali Haji.

"Kita dukung penuh, karena Pulau Penyengat ini punya histori yang cukup panjang dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia," katanya saat berkunjung ke Kota Tanjungpinang, Minggu.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, menurut dia, Kementerian PU akan membantu pembangunan infrastruktur pendukung monumen bahasa nasional, mulai dari renovasi Balai Adat berikut pelatarannya, hingga perbaikan Dermaga/Pelantar Kuning Pulau Penyengat dari dua sisi di Tanjungpinang dan Penyengat.

Meski demikian, Menteri PU belum dapat memerinci total kebutuhan anggaran untuk pembangunan Pulau Penyengat tersebut, karena harus dihitung terlebih dahulu.

"Pembangunan infrastruktur Pulau Penyengat jadi salah satu prioritas kita pada 2026 dan 2027," kata dia.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri Rodi Yantari menyampaikan, pihaknya telah mengalokasikan Rp100 miliar untuk proyek pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat.

"Proyeknya sudah berkontrak dan mulai proses pengerjaan di lapangan," kata Rodi.

Dia menjelaskan proyek itu dikerjakan oleh perusahaan konstruksi asal Jakarta, yakni PT Himindo Cipta Mandiri, dengan nilai kontrak Rp99,9 miliar. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2027.

Menteri menyebutkan Dinas PUPP Kepri turut menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, BPKP, dan Inspektorat untuk melakukan pendampingan serta pengawasan terhadap pembangunan proyek tahun jamak ini, guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan transparan.

"Karena ini proyek strategis, maka semua stakeholder terkait kita libatkan agar pekerjaannya berjalan aman dan lancar," demikian Rodi.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia