Jakarta - Banyak perguruan tinggi Indonesia ingin menjadi universitas kelas dunia melalui publikasi internasional, kerja sama global, mobilitas akademik, dan pemeringkatan. Semua itu penting, tetapi pertanyaan mendasarnya adalah: untuk apa, dan melalui strategi apa?
Universitas kelas dunia tidak seharusnya sekadar meniru universitas ternama. Jika semua mengejar indikator yang sama, dunia akan kehilangan kekayaan intelektual dari keunikan tiap wilayah.
Oleh karena itu, pertanyaan yang lebih tepat adalah: "Apa yang dapat kami kontribusikan kepada dunia karena kami berada di wilayah ini?" Di sinilah keunggulan wilayah menjadi modal strategis.
Setiap wilayah memiliki persoalan, sumber daya, budaya, dan peluang yang berbeda. Kekhasan ini bukan keterbatasan, melainkan sumber keunggulan akademik yang relevan secara global.
Berbagai isu, seperti hutan tropis, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, kemaritiman, pangan, kesehatan, pendidikan daerah terpencil, dan transformasi digital, memiliki dimensi lokal, sekaligus global. Universitas di wilayah tersebut memiliki keunggulan untuk memahaminya dari sumbernya.
Oleh karena itu, universitas perlu membangun signature research areas: bidang riset unggulan yang berangkat dari kekhasan wilayah dan menghasilkan pengetahuan serta solusi yang diakui dunia. Prinsipnya bukan lokal versus global, melainkan local to global.
Universitas tidak harus unggul dalam semua bidang. Pilihlah bidang yang berakar pada keunggulan atau persoalan wilayah, memiliki nilai ilmiah dan relevansi global, dan didukung kapasitas akademik yang dapat dikembangkan berkelanjutan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.