Jakarta - Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk meningkatkan bobot Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) masuk PTN tahun ajaran 2027/2028.
Ia mengatakan peningkatan bobot tersebut tentunya akan terlebih dahulu melewati pembahasan lebih lanjut serta evaluasi terkait pelaksanaan TKA pada tahun ini.
“Kalau tahun 2026 itu TKA sebagai validator, maka tahun 2027 pasti akan tetap sebagai validator dan tidak tertutup kemungkinan melalui pembahasan yang lebih lanjut, evaluasi tentang pelaksanaan TKA, bisa saja akan meningkat bobot daripada penggunaan TKA untuk SNBP,” kata Eduart dalam webinar bertajuk TKA 2026: Pahami Kebijakannya, Siapkan Sekolahnya, Dampingi Muridnya, yang di Jakarta Pusat pada Rabu.
Karena itu, ia pun menekankan pentingnya perbaikan penyelenggaraan TKA dari tahun ke tahun, sehingga semakin transparan dan akuntabel dalam memvalidasi nilai rapor para murid yang menjadi peserta SNBP.
Di samping itu, ia mengatakan perbaikan penyelenggaraan TKA tentu juga berdampak positif terhadap perbaikan penyelenggaraan SNBP, mengingat mekanisme penilaian dalam jalur SNBP sangat bergantung pada data nilai akademik maupun prestasi murid yang diinput oleh pihak satuan pendidikan.
“Proses pelaksanaan TKA yang baik, transparan, akuntabel, penuh integritas sangat menentukan terhadap proporsi penggunaan nilai TKA ke depannya pada jalur SNBP. Data yang ibu bapak masukkan itu yang kami olah, yang menjadi dasar kami untuk melakukan evaluasi, penilaian terhadap proses seleksi anak-anak kita yang mau masuk PTN jalur SNBP. Jadi penting kiranya akurasi dan validitas data yang dimasukkan itu benar-benar data yang baik,” katanya.
Sebagai informasi, per tanggal 1 September, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 6 ribu dari 14 ribu SMA yang baru mendaftarkan para murid masing-masing untuk mengikuti TKA.
Adapun pendaftaran TKA masih dibuka hingga tanggal 27 September 2026, dengan pelaksanaan tes dijadwalkan pada tanggal 26-29 Oktober 2026 untuk gelombang pertama, dan tanggal 2-5 November 2026 untuk gelombang kedua.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.