Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

MUI serukan penguatan pendidikan karakter cegah praktik LGBT

NadiKabar Biro
MUI serukan penguatan pendidikan karakter cegah praktik LGBT
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait MUI serukan penguatan pendidikan karakter cegah praktik LGBT.

Kabupaten Bekasi - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyerukan penguatan pendidikan karakter sebagai kunci menghadapi beragam tantangan sosial yang berkembang di tengah generasi muda, termasuk pencegahan praktik lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).

"Pendekatan yang mengedepankan dialog, pendidikan karakter, pendampingan dan lingkungan sosial yang sehat lebih strategis dibandingkan sekadar kecaman maupun stigma," kata Ketua MUI Kabupaten Bekasi KH. Prof. Mahmud di Cikarang, Kamis.

Dia mengatakan keluarga harus kembali menjadi tempat pertama bagi anak untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, keteladanan sekaligus ruang dialog yang aman. Kehadiran orangtua secara emosional dinilai sangat penting di tengah perubahan sosial dan derasnya pengaruh media sosial.

Menurut dia, solusi permasalahan LGBT yang paling strategis bukanlah memperbanyak konflik sosial, melainkan memperkuat ketahanan keluarga. Orangtua perlu hadir secara emosional, bukan hanya secara fisik sebab anak-anak membutuhkan perhatian, dialog, kasih sayang serta figur teladan.

Fenomena LGBT, kata dia, tidak dapat dilihat hanya dari satu sudut pandang. Penguatan keluarga perlu berjalan beriringan dengan pendidikan karakter di sekolah maupun kepedulian masyarakat pada lingkungan masing-masing.

"Sekolah diharapkan tidak hanya membangun kemampuan akademik tetapi juga menanamkan tanggung jawab, pengendalian diri, etika pergaulan serta nilai agama dan budaya," ujarnya.

Dirinya juga mendorong agar pendekatan keagamaan dilakukan secara ramah dan mendidik. Dakwah hendaknya menjadi sarana membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, bukan sekadar memberikan penghakiman.

"Dakwah yang menyejukkan sering lebih efektif dibandingkan dengan dakwah yang hanya berisi kemarahan. Tujuan agama bukan sekadar menghakimi, tetapi mengarahkan manusia menuju kehidupan yang lebih baik," katanya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia