Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Naik Tajam! Begini Ternyata Gambaran Bisnis di RI Tahun Depan

NadiKabar Biro
Naik Tajam! Begini Ternyata Gambaran Bisnis di RI Tahun Depan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Naik Tajam! Begini Ternyata Gambaran Bisnis di RI Tahun Depan.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 mencapai 6%, dengan sejumlah sektor usaha diproyeksikan tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

Target tersebut pun telah tertuang dalam arah Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, laju pertumbuhan yang makin cepat itu akan didorong dorongan kebijakan utama di antaranya pengembangan industri strategis, hingga peningkatan produktivitas pangan utama.

Lalu, mendorong produktivitas 10 juta penduduk yang bekerja dan berusaha melalui Prokesra, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan optimalisasi aset BUMN dan pengembangan kawasan industri maupun kawasan ekonomi khusus lainnya

"Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi 2027 dalam RKP ditargetkan sebesar 6% dengan," katanya saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, dikutip Jumat (28/8/2026).

Sejumlah sektor dari sisi produksi pun diproyeksikan mencatat pertumbuhan cukup tinggi pada 2027. sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan target pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi, yakni mencapai 9,4% pada 2027.

Selanjutnya, sektor transportasi dan pergudangan ditargetkan tumbuh 8,9%. Kemudian, sektor informasi dan komunikasi diproyeksikan tumbuh 8,1% pada 2027.

Sementara itu, sektor perdagangan ditargetkan tumbuh 6,5%, lebih tinggi dari target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6%. Pemerintah akan mendorong sektor ini antara lain melalui pengembangan bursa mineral dan komoditas strategis, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, serta program PRO-KESRA untuk mendorong 10 juta penduduk berusaha dan bekerja.

Adapun industri pengolahan ditargetkan tumbuh 6,1% pada 2027. Pemerintah akan mendorong pengembangan industri strategis, seperti mobil, motor, panel surya, dan semikonduktor, sekaligus melanjutkan hilirisasi kelapa dan industri kimia.

Pemerintah juga menargetkan peningkatan nilai tambah dan daya saing industri rumput laut sebagai bagian dari strategi penguatan industri pengolahan nasional. Di bawahnya, sektor konstruksi diproyeksikan tumbuh 5,6%, sedangkan sektor pertanian ditargetkan tumbuh 5,4%.

Untuk pertanian, pemerintah akan fokus pada pengembangan kawasan terintegrasi untuk pangan, perkebunan, perikanan, serta peternakan. Selain itu, peningkatan produksi dan produktivitas pangan utama serta penguatan cadangan dan ketahanan pangan nasional juga menjadi prioritas.

Dengan demikian, hampir seluruh sektor produksi utama yang ditampilkan pemerintah diproyeksikan mencatat pertumbuhan di atas 5% pada 2027, dengan sektor akomodasi dan makan minum, transportasi dan pergudangan, serta informasi dan komunikasi menjadi tiga sektor dengan pertumbuhan paling tinggi.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia