Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Nezar sebut film bisa buka mata publik atas bahaya judol & pinjol

NadiKabar Biro
Nezar sebut film bisa buka mata publik atas bahaya judol & pinjol
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Nezar sebut film bisa buka mata publik atas bahaya judol & pinjol.

Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai film dapat menjadi medium literasi digital yang efektif untuk membuka mata masyarakat mengenai bahaya judi online (judol) maupun pinjaman online (pinjol) yang sifatnya ilegal.

Karya audiovisual dinilai mampu memperlihatkan dampak judol dan pinjol ilegal secara lebih dekat, termasuk terhadap korban, keluarga, lingkungan sosial.

“Masyarakat bisa melihat bagaimana seseorang masuk ke dalam masalah, bagaimana tekanan berkembang, dan bagaimana dampaknya ikut dirasakan keluarga serta orang-orang di sekitarnya,” ujar Nezar dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Hal itu disampaikan Nezar saat menerima audiensi dari Indonesian Institute of Journalism (IIJ) bersama tim produksi film "Menang untuk Kalah" di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Ia mengapresiasi hadirnya film "Menang untuk Kalah" karena menciptakan karya seni dengan mengangkat persoalan pinjol ilegal melalui drama kehidupan sebuah keluarga.

Lebih lanjut Nezar menilai aspek keluarga penting untuk diangkat karena praktik pinjol ilegal dapat memanfaatkan data dan profiling untuk menekan korban.

Tekanan kemudian tidak berhenti kepada peminjam, tetapi dapat meluas kepada keluarga, teman, dan lingkungan sosial.

"Para korban pinjol ilegal harus menerima tekanan psikologis yang besar dan tagihan dengan bunga tinggi, bahkan sampai dipermalukan di lingkungannya," katanya.

Dengan mengambil pendekatan melalui cerita yang dekat masyarakat, harapannya film ini dapat membuat masyarakat memahami bahwa korban pinjol ilegal tidak selalu mengambil pinjaman karena kebutuhan konsumtif.

Kondisi darurat dan tekanan ekonomi dapat membuat seseorang mengambil keputusan dalam situasi yang sulit.

Wamen Nezar melihat film dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan literasi digital yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Pemutaran film dapat disertai diskusi di kampus, komunitas, dan berbagai ruang publik sehingga pesan yang dibawa film dapat dilanjutkan dengan pembahasan mengenai keamanan digital dan literasi keuangan.

Wamen Nezar berharap kolaborasi antara pemerintah, industri kreatif, media, komunitas, dan pelaku ekosistem digital dapat membuat pesan literasi mengenai bahaya pinjol ilegal menjangkau lebih banyak masyarakat.

Film "Menang untuk Kalah" akan tayang di bioskop pada 14 November 2026 dibintangi pemeran utama Surya Saputra dan Lulu Tobing.

Produksi film ini juga melibatkan penulis naskah Jujur Prananto (penulis naskah Ada Apa Dengan Cinta) serta sutradara film ternama Hasto Broto.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia