Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pemerintah dan perbankan membangun skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
“Jangan sampai kita hanya memiliki ekosistem kreatif yang terlihat besar, tetapi pelaku UMKM lokal justru tidak menjadi bagian utama dari rantai pasoknya. Ini harus menjadi pekerjaan bersama,” kata Novita dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menurut Novita, penguatan ekosistem ekonomi kreatif perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari akses permodalan, pelindungan karya, integrasi dengan sektor pariwisata, hingga kepastian pasar.
Ia mengatakan karakter usaha pelaku ekonomi kreatif berbeda dengan sektor konvensional karena banyak pelaku mengandalkan karya, kreativitas, dan kekayaan intelektual.
Sementara itu, aset fisik yang dapat dijadikan agunan belum tentu memadai sehingga diperlukan pola pembiayaan yang mempertimbangkan karakteristik usaha tersebut.
“Kita perlu menemukan pola pembiayaan yang lebih tepat agar pelaku ekonomi kreatif mendapatkan hak dan kesempatan yang sama dalam mengakses permodalan,” ujarnya.
Novita mencontohkan kondisi di Kabupaten Tabanan, Bali, yang menunjukkan masih terdapat kesenjangan penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha pada sektor tertentu.
Menurut dia, persoalan tersebut perlu ditelaah untuk mengetahui apakah dipengaruhi kendala administratif, persyaratan pembiayaan, atau skema perbankan yang belum sesuai dengan karakteristik usaha kreatif.
Novita melakukan kunjungan kerja ke Nuanu Creative City Inc di Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (28/8).
Dalam kunjungan tersebut, ia menyoroti kesenjangan antara besarnya potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dengan manfaat ekonomi yang diterima pelaku UMKM lokal.
Ia mengatakan Bali memiliki pasar pariwisata dan ekonomi kreatif yang besar. Namun, pasar tersebut belum sepenuhnya terkoneksi dengan pelaku UMKM lokal melalui rantai pasok yang berkelanjutan, termasuk dalam akses pembiayaan dan permodalan.
“Kita sebenarnya bukan kekurangan pasar. Pasarnya banyak sekali, tetapi masih ada gap antara besarnya pasar pariwisata dengan seberapa besar manfaat ekonomi yang benar-benar masuk ke UMKM lokal,” kata Novita.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.