Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

NPC Indonesia: Butuh sport science untuk lahirkan atlet berprestasi

NadiKabar Biro
NPC Indonesia: Butuh sport science untuk lahirkan atlet berprestasi
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait NPC Indonesia: Butuh sport science untuk lahirkan atlet berprestasi.

Jakarta - National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menilai keberhasilan pembinaan atlet disabilitas tidak cukup hanya mengandalkan bakat dan kerja keras, tetapi membutuhkan pendekatan menyeluruh yang didukung teknologi, ilmu pengetahuan olahraga, fasilitas, serta kolaborasi lintas sektor.

Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Ukun Rukaendi mengatakan pembinaan atlet disabilitas harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan berbagai aspek yang memengaruhi perkembangan seorang atlet.

"Untuk berprestasi ini kita tidak bisa hanya mengandalkan bakat alam atau kerja keras saja," kata Ukun dalam talkshow "Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus Jogja" yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu.

Menurut dia, NPC Indonesia menerapkan pendekatan holistik, terstruktur, dan berjangka panjang dalam proses pembinaan atlet. Pendekatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membangun mental dan fisik atlet serta menciptakan lingkungan sosial yang mendukung.

Selain itu, teknologi dan sport science dinilai semakin penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan performa atlet disabilitas.

Ukun mengatakan NPC Indonesia terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lintas sektor, sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem olahraga yang mampu mendukung atlet sejak tahap pencarian bakat hingga mencapai prestasi.

Dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), disebut menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan olahraga disabilitas Indonesia.

Ia mengatakan dukungan tersebut mencakup kebijakan, fasilitas, serta komitmen terhadap pembinaan atlet berprestasi.

Menurut Ukun, NPC Indonesia kini memiliki fasilitas pemusatan latihan yang didukung sarana olahraga berstandar internasional, termasuk lapangan tembak dan kolam renang serta fasilitas untuk cabang olahraga lainnya.

"NPC di sini tidak hanya sekadar olahraga yang mungkin orang belum melihat, padahal kita itu sudah melakukan segala hal termasuk modernisasi," kata Ukun.

Ia menambahkan konsistensi pembinaan dan dukungan berbagai pihak turut mengantarkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama olahraga disabilitas di kawasan Asia Tenggara.

Ukun menyebut NPC Indonesia selalu menjadi juara umum dalam ajang olahraga disabilitas tingkat ASEAN. Prestasi tersebut juga menjadi salah satu faktor yang mendukung Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun terpilih sebagai Ketua ASEAN Para Sports Federation (APSF).

Ia menegaskan pencapaian tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menggabungkan talenta atlet dengan sistem pembinaan, dukungan pemerintah, fasilitas, teknologi, sport science, dan kolaborasi.

Karena itu, menurut Ukun, pengembangan talenta atlet disabilitas perlu dipandang sebagai pembangunan ekosistem secara menyeluruh, bukan sekadar mencari atlet berbakat.

"Kita melakukan pendekatan baik itu pendekatan holistik, terstruktur ataupun jangka panjang," ujar Ukun.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia