Jakarta - Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menilai Perumda Pasar Jaya menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan memfasilitasi ratusan pedagang Pasar Induk Kramat Jati menjadi mitra sekaligus nasabah Bank DKI melalui program pembiayaan permodalan.
Ketua Umum FPPJ Endriyansyah di Jakarta, Selasa mengatakan kolaborasi antara Perumda Pasar Jaya, Bank DKI, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bukan sekadar penyaluran kredit, namun berupaya membangun ekosistem usaha yang sehat bagi pedagang tradisional.
Ia mengatakan Perumda Pasar Jaya berhasil menjadi jembatan yang menghubungkan ratusan pedagang dengan Bank DKI.
“Ini adalah langkah nyata yang manfaatnya langsung dirasakan pedagang kecil,” kata Endriyansyah.
Selama ini tidak sedikit pedagang yang kesulitan memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal. “Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha bergantung pada pinjaman informal dengan bunga tinggi dan sistem pembayaran harian yang justru menggerus keuntungan usaha,” kata dia.
Sebelumnya Bank Jakarta berupaya membangun akses keuangan yang semakin luas melalui program kredit massal terutama untuk pedagang Pasar Induk Kramat Jati sebagai pelaku usaha mikro agar dapat berkembang.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menjelaskan untuk pedagang yang ingin mengakses permodalan, pihaknya menyiapkan program pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun non-KUR.
Program KUR, kata Agus, tidak memerlukan jaminan dengan plafon pinjaman hingga Rp100 juta. Sementara untuk program non-KUR, pedagang bisa menjadikan lapak dagangannya menjadi jaminan.
Pedagang yang mengakses program non-KUR bisa mendapat plafon pinjaman hingga Rp500 juta dengan bunga sekitar 10 persen per tahun.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.