Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

PBB kecam pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat

NadiKabar Biro
PBB kecam pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait PBB kecam pembunuhan warga Palestina di Tepi Barat.

Istanbul - PBB mengecam pembunuhan terhadap dua warga sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan oleh pihak pendudukan, sekaligus menyoroti memburuknya kondisi kemanusiaan di Gaza.

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric mengatakan pembunuhan terhadap Omar al-Naasan (19) dan Khalil Shehada (16) di Desa Al-Mughayyir merupakan peristiwa mengejutkan.

"PBB mengecam pembunuhan warga sipil, khususnya warga sipil Palestina, ini," kata Dujarric kepada wartawan.

PBB juga menyampaikan keprihatinan sangat mendalam atas berlanjutnya kekerasan oleh pihak-pihak yang menduduki, yang bertindak semena-mena dalam serangan terhadap warga sipil, harta benda, dan cara hidup warga Palestina, kata Dujarric.

Dujarric mengatakan otoritas Israel harus mengambil tindakan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut dan meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.

"Sudah menjadi tanggung jawab otoritas Israel untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan guna memenuhi kewajibannya dan meminta pertanggungjawaban orang-orang yang terlibat atas kekerasan ini," tegasnya.

Terkait Gaza, Dujarric mengatakan tim dari PBB telah mengumpulkan ratusan paket bantuan kemanusiaan dari pos perbatasan Kerem Shalom, yang berisi popok dewasa, tas sekolah, serta makanan untuk bayi dan anak-anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sejak Oktober 2023, PBB dan mitranya telah mendukung evakuasi medis terhadap lebih dari 13.000 pasien dari Gaza, termasuk 6.000 lebih anak-anak.

Namun demikian, ribuan pasien masih sangat memerlukan perawatan medis khusus yang tidak tersedia di Gaza.

Dujarric mengatakan WHO mendesak agar jalur rujukan di Tepi Barat segera dibuka kembali, termasuk akses ke rumah sakit di Yerusalem Timur; sementara ambulans dan peralatan medis yang saat ini dilarang masuk ke Gaza harus diizinkan masuk.

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, Muhannad Hadi, menekankan bahwa selama kunjungan tiga harinya ke Gaza, persiapan menghadapi musim hujan dan musim dingin tetap menjadi prioritas utama.

Hal itu memerlukan dukungan tambahan dari para donor serta pencabutan pembatasan yang diberlakukan Israel terhadap peralatan penting.

Sementara itu, terkait Lebanon, Dujarric mengatakan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) telah mencatat peningkatan kekerasan pada Agustus, termasuk 84 proyektil Israel pada Rabu (2/9), dibandingkan dengan 56 proyektil sehari sebelumnya pada Selasa (1/9).

Dia menambahkan pasukan penjaga perdamaian tidak mendeteksi adanya peluncuran proyektil oleh Hizbullah sejak 21 Juni.

PBB juga kembali menyerukan agar pasukan Israel menarik diri dari posisi-posisi di utara Garis Biru, dengan mengutip pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan 1701 serta kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia