Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

PDIP tegaskan komitmen Zero Mahar di forum Asia

NadiKabar Biro
PDIP tegaskan komitmen Zero Mahar di forum Asia
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait PDIP tegaskan komitmen Zero Mahar di forum Asia.

Jakarta - Kader muda PDI Perjuangan M.Syaiful Mujab menegaskan komitmen partai berlogo banteng tersebut dalam menjalankan kebijakan untuk tidak memungut mahar politik sepeser pun (Zero Mahar).

"Komitmen politik tanpa mahar ini sangat krusial untuk memberikan kesempatan yang setara bagi generasi muda dan kader-kader potensial dari berbagai latar belakang untuk tampil memimpin, tanpa tersandera oleh tingginya biaya politik transaksional," kata Mujab dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Hal itu disampaikan dalam sesi PDI Perjuangan Sharing Experiences pada konferensi internasional 9th CALD Party Management Workshop di Yogyakarta, Sabtu (5/9).

Acara itu dibuka dengan pemaparan mendalam mengenai pentingnya pelembagaan partai politik sebagai benteng utama dalam menjaga resiliensi demokrasi di Asia Tenggara.

Mujab juga membeberkan pentingnya konsistensi partai politik untuk bertransformasi menjadi institusi publik yang terstruktur, transparan, dan berbasis meritokrasi.

"Demokrasi yang sehat membutuhkan pelembagaan partai yang kuat dan teruji. PDI Perjuangan berkomitmen membangun organisasi yang tidak hanya bertumpu pada figur, melainkan pada sistem kaderisasi berjenjang melalui Sekolah Partai, penanaman ideologi Trisakti, serta nilai-nilai kerakyatan Marhaenisme," ujarnya.

Mujab menyoroti langkah pembaruan tata kelola organisasi yang ditempuh PDI Perjuangan, di mana partai ini menjadi pelopor di Indonesia dalam menerapkan standardisasi manajemen internasional berbasis sertifikasi ISO serta asesmen psikometri untuk menyeleksi calon pimpinan dan kepala daerah.

Selain itu, pemanfaatan dasbor digital Media Pintar Perjuangan (MPP) turut diperkenalkan sebagai sarana transparansi, edukasi, dan pemantauan kinerja kader secara objektif.

Sesi paparan PDI Perjuangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian workshop manajemen partai yang digelar oleh Council of Asian Liberals and Democrats (CALD) bekerja sama dengan PDI Perjuangan dan Friedrich Naumann Foundation (FNF) Asia.

Sejak pagi, rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi Fireside Chat bertajuk Setting the Context – Electoral and Political Party Trends in East and Southeast Asia yang dimoderasi oleh Direktur Regional FNF Asia, Moritz Kleine-Brockhoff.

Sesi pembuka ini membedah tren pemilu dan tantangan partai di Asia bersama perwakilan dari Singapura (SDP), Malaysia (Gerakan), Taiwan (DPP), Kamboja (CNRPA), dan Vietnam (Viet Tan).

Pada sesi siang hingga sore, akademisi dari Universitas Chiang Mai Thailand, Assoc. Prof. Chanintorn Pensute, memandu sesi interaktif World Café on Party Institutionalization untuk merumuskan langkah-langkah praktis dalam mengatasi hambatan pelembagaan partai di kawasan Asia.

Rangkaian workshop hari kedua ini diakhiri dengan perumusan dan pembacaan dokumen konsensus bersama bertajuk "The Yogyakarta Commitment" yang dibacakan oleh Sekretaris Jenderal CALD Francis Gerald "Blue" Abaya, sebagai komitmen kolektif partai-partai demokratis Asia dalam menguatkan tata kelola organisasi dan merawat kebebasan sipil.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia