Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pekerja kemanusiaan: PBB dan mitranya terus salurkan bantuan ke Gaza

NadiKabar Biro
Pekerja kemanusiaan: PBB dan mitranya terus salurkan bantuan ke Gaza
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pekerja kemanusiaan: PBB dan mitranya terus salurkan bantuan ke Gaza.

PBB - Para pekerja kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (3/9) mengatakan bahwa badan dunia tersebut bersama para mitranya terus menyalurkan bantuan ke Jalur Gaza setiap hari, meskipun masih menghadapi pembatasan, situasi keamanan yang tidak menentu, dan kekurangan pendanaan.

Tim PBB di Gaza pada Rabu (2/9) mengambil ratusan paket bantuan dari perlintasan perbatasan Kerem Shalom/Karem Abu Salem, termasuk popok dewasa, tas sekolah, serta makanan pendamping untuk bayi dan anak-anak usia dini, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). Ramiz Alakbarov, koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, mengakhiri kunjungan selama tiga hari ke Gaza pada Kamis. Dia menekankan bahwa persiapan menghadapi musim hujan dan musim dingin tetap menjadi prioritas utama. Untuk itu, dukungan tambahan dari para donor sangat dibutuhkan.

Menurut OCHA, upaya tersebut juga mengharuskan otoritas Israel mencabut pembatasan dan mempercepat pemrosesan permohonan untuk memasukkan peralatan penting, serta oli mesin dan bahan-bahan lain yang diperlukan untuk mengoperasikan peralatan tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis melaporkan bahwa sejak Oktober 2023, PBB dan para mitranya telah mendukung evakuasi medis lebih dari 13.000 pasien dari Gaza, termasuk 6.000 lebih anak-anak. WHO menekankan bahwa ribuan pasien masih sangat membutuhkan perawatan medis khusus yang tidak tersedia di Gaza. Badan tersebut menyerukan agar jalur rujukan ke Tepi Barat segera dibuka kembali, termasuk ke rumah-rumah sakit di Yerusalem Timur, serta agar diberikan dukungan yang diperlukan untuk memulihkan sistem kesehatan dan pasokan di Gaza guna mengurangi ketergantungan pada evakuasi medis. Barang-barang yang saat ini dibatasi masuknya, termasuk ambulans dan peralatan medis, harus diizinkan masuk. Di Tepi Barat, setelah pasukan Israel menghancurkan komunitas Khirbet at Tabban di Hebron pada Rabu, PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya mengunjungi lokasi tersebut pada Kamis dan menilai kebutuhan warga yang mengungsi, kata OCHA. Para pria dari komunitas tersebut menghabiskan Rabu malam di gua bersama kawanan domba mereka, sementara para perempuan tidur di dalam tenda. Pada Kamis, para mitra kemanusiaan menyediakan tenda dan selimut bagi warga yang mengungsi, kata OCHA. "PBB kembali menegaskan bahwa warga Palestina di seluruh wilayah Palestina yang diduduki harus dilindungi berdasarkan hukum humaniter internasional sebagai penduduk yang hidup di bawah pendudukan," kata kantor tersebut. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, para mitra di bidang pendidikan melaporkan bahwa sejumlah guru tidak diizinkan memasuki Yerusalem pada Kamis. Mereka mengatakan bahwa selama paruh pertama tahun ini, terdapat 224 insiden yang berdampak pada pendidikan di seluruh Tepi Barat.

Insiden-insiden tersebut secara langsung memengaruhi lebih dari 20.000 murid laki-laki dan perempuan serta 850 tenaga pendidik. Menurut OCHA, insiden terkait akses dan kekerasan yang dilakukan oleh pemukim mencakup lebih dari tiga perempat dari seluruh kasus yang tercatat.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia