Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Pelindo Sinergi Lokaseva dukung resiliensi pelabuhan ASEAN

NadiKabar Biro
Pelindo Sinergi Lokaseva dukung resiliensi pelabuhan ASEAN
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Pelindo Sinergi Lokaseva dukung resiliensi pelabuhan ASEAN.

Jakarta - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) mendukung transformasi pelabuhan berbasis digitalisasi dan integrasi kawasan pada ASEAN Ports and Logistics 2026 guna memperkuat resiliensi, konektivitas maritim, serta daya saing regional.

Direktur Utama PT LSL Faruq Hidayat menilai sektor maritim saat ini menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perubahan jalur pelayaran internasional, volatilitas energi, hingga perubahan kebijakan perdagangan yang berdampak langsung terhadap rantai pasok dunia.

"Kondisi tersebut menjadikan ketidakpastian sebagai tantangan yang harus diantisipasi melalui peningkatan daya saing dan resiliensi pelabuhan," kata Faruq dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Menurutnya ketidakpastian saat ini bukan lagi kondisi yang bersifat sementara atau hanya terjadi pada periode tertentu, melainkan telah menjadi bagian dari dinamika bisnis global yang berlangsung secara berkelanjutan.

Faruq menekankan pelabuhan perlu terus bertransformasi melalui penguatan kinerja operasional, digitalisasi, dan integrasi ekosistem guna meningkatkan daya tahan terhadap berbagai perubahan serta menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

"Karena itu, pelabuhan harus membangun resiliensi agar tetap tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya.

Menurutnya, terdapat dua strategi yang perlu dijalankan untuk memperkuat ketahanan bisnis pelabuhan. Pertama, meningkatkan port performance melalui digitalisasi layanan, pemanfaatan teknologi, standardisasi operasional, serta integrasi data guna meningkatkan efisiensi pelayanan dan produktivitas pelabuhan.

Kedua, mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan pendukung (port-hinterland integration) sehingga tercipta ekosistem industri yang mampu menghasilkan arus barang secara berkelanjutan, memperkuat konektivitas rantai pasok, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional.

Faruq memaparkan pentingnya digitalisasi sebagai salah satu bentuk adopsi teknologi dalam membangun ekosistem pelabuhan yang terintegrasi mulai dari layanan marine, pelabuhan itu sendiri, hingga layanan pendukung pelabuhan.

Ia menekankan hal tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan port performance. Kemudian, Pengembangan itu dilaksanakan dalam rangka pengembangan maritime ecosystem platform untuk mendukung program pemerintah Indonesia untuk menciptakan one maritime data.

Selain hal tersebut, lanjut Faruq, saat ini sedang dilakukan pengembangan integrasi antara pelabuhan dengan kawasan pendukungnya, antara lain integrasi Pelabuhan Kuala Tanjung dengan Kawasan pendukungnya, pengembangan Ekosistem Kalibaru beserta jalan akses dan kawasan pendukungnya.

Kemudian Pelabuhan Kijing dengan Kijing Port Supporting Area, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, serta Tanjung Emas Export Processing Zone (TEPZ) di Semarang.

PT PSL menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi ekosistem kepelabuhanan dengan berpartisipasi sebagai pembicara pada CEO Forum dalam ajang 24th ASEAN Ports and Logistics 2026 yang diselenggarakan di Sofitel Kuala Lumpur Damansara, Malaysia.

ASEAN Ports and Logistics merupakan konferensi dan pameran internasional yang diselenggarakan oleh Port Klang Authority sebagai wadah kolaborasi bagi para pemangku kepentingan sektor pelabuhan, logistik, pelayaran, terminal, dan rantai pasok di kawasan Asia Tenggara.

Tahun ini, forum tersebut dihadiri lebih dari 300 senior executives, menghadirkan 35 pembicara kelas dunia, serta diikuti oleh 50 exhibitor dari berbagai negara ASEAN.

Faruq menegaskan keikutsertaan perusahaan itu dalam forum internasional itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam mentransformasikan pelabuhan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri dan logistik nasional.

Forum itu juga membuka peluang kolaborasi dengan investor, operator pelabuhan, pelaku logistik, regulator, serta mitra bisnis dari berbagai negara ASEAN guna memperkuat konektivitas maritim regional.

Melalui partisipasi aktif pada ASEAN Ports and Logistics 2026, PSL menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi Pelindo dalam membangun ekosistem pelabuhan yang terintegrasi, berdaya saing global, serta mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan kawasan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia